oleh

Kodim 0912 dan Polres Kubar Siaga Karhutla, Wakil Ketua DPRD Minta Pemkab Bersikap Tegas

Kutai Barat, faktapers.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur. Ditambah kekeringan akibat kemarau melanda Kubar sudah mencapai dua bulan.

Dari kondisi kabut asap di Kubar dan Mahulu, tidak semuanya disebabkan oleh karhutla di Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu). Terbanyak asap kiriman diduga berasal dari karhutla di sejumlah daerah dibeberapa provinsi di Kalimantan.

“Sejumlah titik karhutla di Kubar dan Mahulu bisa dikendalikan dengan pemadaman bersama Kodim 0912/KBR bersama Polres dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” tegas Komandan Kodim 0912/KBR Letkol Inf Anang Sofyan Effendi yang juga Koordinator Wilayah Penanggulangan Karhutla Kabupaten Kubar dan Mahulu, Rabu (18/9/19) di Sendawar.

Dandim mengungkapkan, Kodim 0912/KBR berkoordinasi menyeluruh dengan Polres Kubar, serta Pemkab Kubar dan Mahulu. 13 Koramil se-Kubar dan Mahulu termasuk Babinsa diinstruksikan bersiaga bersama unsur Muspika dan pemerintah kampung.

“Menggandeng kelompok tani, mengimbau masyarakat yang akan membakar lahan ladang dan kebun harus laporan dulu,” ucapnya.

Begitu pula diakui Kapolres Kubar AKBP I Putu Yuni Setiawan SIK MH. Menurutnya, Polres Kubar terus berkoordinasi dengan Kodim 0912/KBR serta Pemkab Kubar dan Mahulu dalam menanggulangi karhutla di dua kabupaten berbatasan itu.

“Polres Kubar dan jajaran Polsek bersiaga penuh. Setiap ada informasi titik api karhutla, Polres Kubar dan jajaran langsung turun kelapangan cek lokasi,” bebernya.

Kapolres mengungkapkan, jika terjadi karhutla akibat kesengajaan, maka akan di proses hukum. Selama ini menurutnya, Polres Kubar aktif bekerjasama dengan Kodim 0912/KBR, BPBD serta kehutanan, guna memadamkan jika terjadi karhutla.

“Selama 3 tahun terakhir, seluruh Polsek bersama Babinkamtibmas mensosialisasikan ke masyarakat antisipasi karhutla. Apabila ditemukan perusahaan atau siapa saja yang sengaja membuat terjadi karhutla, akan diproses,” urainya.

Wakil Ketua DPRD Kubar Minta Pemkab Bersikap Tegas

Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kubar, membuat Wakil Ketua I DPRD Kubar, H Ahmad Syaiful SH resah. Dia berharap, selain pemerintah, perusahaan yang ada di Kubar agar bergerak membantu.

“Kabut asap sudah parah menyelimuti Kubar. Yang saya lihat hanya sejumlah puskesmas dan masyarakat biasa yang membagikan masker penutup mulut dan hidung,” ujar politisi Partai Golkar Kubar, yang akrab dengan panggilan Haji Acong ini kepada wartawan di Sendawar, siang tadi.

Haji Acong sangat menyayangkan sejumlah korporasi atau perusahaan di Kubar yang tidak peduli dengan kondisi masyarakat saat ini, menderita akibat kabut asap sepanjang hari.

“Para pengusaha sawit, nggak tahu-menahu. Seharusnya mereka (pengusaha) di Kubar ini tanggap, memberikan bantuan karena kondisi kabut asap ini. Bagikan masker kepada masyarakat yang berlalu-lalang dijalan raya,” tegasnya.

Dia juga menambahkan, agar Pemkab Kubar melalui instansi terkait, terutama Dinas Kesehatan, untuk segera mendirikan pos kesehatan di kecamatan dan kampung. Juga agar Dinas Pendidikan Kubar segera meliburkan siswa sekolah untuk menghindari dampak kabut asap yang bisa menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

“Jangan menunggu asap sudah habis baru berdiri posko kesehatan dan sekolah diliburkan, itu percuma. Sekarang ambil tindakan tegas, karena kondisi ini darurat kesehatan masyarakat,” pungkas Haji Acong. Iyd

Komentar

News Feed