oleh

KPMP Maros Warning Kepala Desa

Maros, faktapers.id – Pertemuan ketua Komando Pejuang Merah Putih KPMP dengan pihak Kejaksaan Maros yang di terima langsung oleh Kasi intel Devi, di kantor Kejaksaan Maros, Selasa (17/09/19).

Pertemuan tersebut sebagai silaturahmi pertama namun pembicaraan berlangsung sangat alot dalam perkembangan diskusi.

Kasi Intel saat menerima KPMP Maros membahas terkait permasalahan yang ada di daerah ini, diantaranya kegiatan pembangunan 2019 bahwa diantara sekian banyak kegiatan hanya sebahagian kecil yang di bina langsung oleh TP4D, itu dikarenakan kurangnya personil dan keterbatasan waktu.

“Kami ini sifatnya monitoring dan evakuasi, selain itu pembinaan dan beberapa hal yang menjadi tanggung jawab diluar ranahnya kami, itu adalah OPD masing-masing, apa lagi kalau sudah berbicara tehknis. Selain itu pelaksanaan pembangunan di tingkat Desa, kami juga melakukan pengawasan dan itu juga sifatnya pembinaan,” ujar Devid.

Devid sarankan bahwa masyarakat bisa secara langsung melaporkan dan atau berkomunikasi dengan pihaknya bilamana ada permasalahan ditingkat bawah.

“Kami tidak bisa memonitor secara keseluruhan, sangat penting peran serta masyarakat dan Lsm untuk kami,” kata Devid.

Ketua KPMP dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa berbagai macam persoalan di daerah ini kian bermunculan, baik masalah beberapa tahun yang lalu hingga sekarang.

Dijelaskan bahwa pengawalan dan pengawasan terhadap penggunaan dana Desa dan Alokasi dana desa sudah menjadi salah satu tupoksi dari KPMP yang membidangi masalah Desa.

“Kami akan mengawal ketat pembangunan yang menggunakan DD dan ADD, kesemuanya itu adalah uang rakyat, kami tidak igin uang rakyat di tilep oleh para oknum pelaksana pembangunan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut Ketua KPMP banyak menyinggung masalah permasalah kualitas pekerjaan 2 (dua) tahun terakhir termasuk pakerjaan yang sedang berjalan.

“Kami tidak pandang bulu dalam melakukan monitoring dan pengawasan terhadap semua kegiatan. Mulai dari kegiatan OPD maupun kegiatan Tingkat desa, 80 desa kami awasi, dan sudah beberapa desa diantaranya kami duga memerlukan pengawasan dan pembinaan, kendala yang dihadapi desa masih masalah SDM dan pelaporan, terkadang ketidak pahaman dan kelalaian membuat mereka melakukan kesalahan, apa lagi kalau pengawasan kurang. Banyak Kepala Desa yang merasa kurang nyaman pada saat team KPMP berkunjung ke kantornya, kelihatan panik dan terkesan tidak bersahabat. Karakter dan perilaku seperti ini diperlukan pembinaan dan latihan sekaligus komunikasi dalam bentuk pembinaan,” tandasnya.

Pada pertemuan itu, Ketua KPMP Maros dalam diskusinya me-warning seluruh Kepala Desa bahwa bila ada kepala desa yang lalai dalam menggunakan dana desa yang nilainya selangit, maka pihaknya tidak tanggung-tanggung untuk melaporkan.

Kasi Intel kejaksaan lebih lanjut menyampaikan apresiasi bahwa apa yang menjadi niat dan tugas KPMP Maros untuk mengawal pembangunan sampai di tingkat Desa, pihaknya siap bekerjasama, komunikasi lebih intens dan saling sharing terhadap semua masalah-masalah pembangunan daerah.

“Insya Allah untuk KPMP, kapan saja kami siap menerima untuk sharing dalam upaya pencarian solusi, dan atau tindak lanjut dari suatu pembinaaan, evaluasi ataupun hasil montoring. Saya senang dan saya sangat menghargai bila ketua KPMP kembali membangun kemitraan yang lebih baik kepada pihak penegak hukum seperti di kejaksaaan. Kami juga akan terus mengawal dana desa dan ADD, kurang lebih 100 Milyar dana di desa untuk pembangunan, kita inginnya berjalan lancar dan maksimal. Maksimal dalam arti penyerapak maksimal terlebih kualitas pekerjaan,” ujarnya.

Ketua KPMP mengatakan dengan jumlah anggaran sebesar itu setiap tahunnya, kalau dalam proses perjalanannya maksimal dan bermanfaat buat masyarakat maka target perubahan perilaku sosial dan perilaku ekonomi akan lebih baik, sehingga kesenjangan sosial dan saling iri serta sekat sekat strata sosial makin minim, sehingga kesejahteraan masyarakat akan mungkin untuk terwujud lebih cepat. anchank

Komentar

News Feed