oleh

Miris, Harga Beras di Long Apari Tembus Rp 600 Ribu Per 25 Kg

Mahakam Ulu, faktapers.id – Kekeringan akibat kemarau sudah mencapai dua bulan, membuat masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok berupa sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Meskipun ada kebutuhan pokok tersebut, tetapi harganya berlipat, karena distribusinya ke Mahulu harus menambah biaya angkutan.

Lebih parah adalah dua kecamatan di Mahulu yang berbatasan langsung dengan Negara Serawak, Malaysia Timur. Yakni Long Pahangai dan Long Apari. Semula harga sembako dan BBM normal, karena ditambah biaya distribusi berlipat ganda, sehingga harga kebutuhan pokok meningkat tajam dimusim kemarau.

Sejumlah warga Mahulu berharap agar pemerintah tanggap dengan kondisi, yaitu menyiapkan ongkos angkut kebutuhan pokok agar harganya bisa stabil seperti semula.

“Saat ini angkutan sembako dan BBM dari Kota Samarinda hanya sampai di Kecamatan Long Iram, Kutai Barat. Selanjutnya menggunakan perahu ces, speedboat, kapal kelotok, ataupun long boat ke Kecamatan Long Bagun. Kemudian estapet menggunakan long boat menuju dua kecamatan di Ulu Riam Sungai Mahakam,” beber sejumlah warga Kecamatan Long Apari kepada wartawan di Ujoh Bilang, Senin (23/9/19).

Salah satu pengusaha di Mahulu, Lejiu yang merupakan warga Kampung Long Penaneh, Kecamatan Long Apari, mengakui kemarau saat ini sangat memberatkan mereka. Karena untuk mengirim barang sembako ke Long Apari harus menambah biaya berlipat.

“Dari Long Iram diangkut menggunakan kapal kelotok, perahu mesin ces, atau long boat dan speedboat. Nah setelah sampai di Kecamatan Long Bagun, keluar lagi biaya angkutan cukup besar menggunakan long boat (perahu bermesin tempel) untuk menuju Kecamatan Long Apari,” tuturnya.

“Kalau musim hujan debit air Sungai Mahakam cukup dalam. Kapal motor pengangkut barang dari Samarinda sampai di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. Jadi biaya distribusi barang agak murah,” tambahnya lagi.

Lejiu menjelaskan, bahwa pada masa kedalaman Sungai Mahakam stabil, harga beras ukuran 25 Kilogram (kg) di Kecamatan Long Apari hanya Rp 300-Rp 350 ribu. Namun kondisi kemarau ini harga beras mencapai Rp 600 ribu per sak ukuran 25 kg. Begitu juga harga minyak goreng ukuran 5 liter yang semula harganya Rp 90 ribu, saat ini harganya mencapai Rp 150 ribu.

“Harga gula pasir musim stabil hanya Rp 19 ribu per kg, saat ini mencapai Rp 30 ribu per kg. Begitu juga dengan harga komoditi lainnya, semuanya pasti naik saat ini,” tukasnya.

Warga Mahulu lainnya, Alfian (36). Dia mengungkapkan bahwa memang benar kondisi musim kemarau sangat menyayat hati bagi masayarakat di ulu riam, karena semua harga kebutuhan pokok pasti meningkat.

9“Biaya angkut barang mencapai 3 kali lipat dibanding dengan saat musim stabil (penghujan). Kalau tidak naik harga barang, pasti pengusaha akan merugi,” terangnya.

Dengan kenaikan harga kebutuhan pokok saat musim kemarau ini, semakin menyulitkan perekonomian masyarakat diwilayah itu. Apalagi diketahui mayoritas masyarakat di dua kecamatan itu hampir 80 persen merupakan petani peladang saja.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Mahulu Y Juan Jenau mengakui bahwa Pemkab Mahulu telah mengetahui kondisi kesulitan distribusi kebutuhan pokok menuju dua kecamatan di ulu riam, diakibatkan sulitnya transportasi karena menyurutnya Sungai Mahakam.

“Saat ini distribusi barang dan penumpang di Mahulu masih mengandalkan transportasi sungai. Pemkab Mahulu telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, agar harga kebutuhan pokok dan BBM di Long Pahangai dan Long Apari tetap bisa distabilkan,” bebernya kepada wartawan diruang kerjanya.

Juan Jenau menambahkan, Pemerintah terus berupaya mendorong pembangunan infrastruktur jalan darat menuju hulu Sungai Mahakam. Dengan harapan kedepan masyarakat di Mahulu tak lagi tergantung dengan trasportasi sungai.

“Jalan darat saat ini sudah terbuka dari Kubar ke Long Bagun-Lomg Pahangai-Long Apari sudah tembus. Hanya tinggal meningkatkan badan jalannya saja,” kata Wabup.

“Atas nama Pemkab Mahulu, saya imbau agar para pedagang tidak memanfaatkan kondisi kemarau ini. Jagan menaikkan harga sembako dan BBM secara tidak wajar. Pemkab akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Apabila ditemukan ada pedagang yang nakal akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” pupusnya. Iyd

Komentar

News Feed