oleh

Pungutan di MTSN 10 Ciamis Jadi Polemik

Ciamis, faktapers.id – Dengan program sembilan tahun wajib belajar, pemerintah pusat maupun propinsi telah menurunkan anggaran, mulai dari untuk infrastruktur bangunan dan anggaran dana BOS berujuan untuk kemajuan anak didik dalam sembilan tahun wajib belajar.
Akantetapi sangat sungguh di sayangkan yang terjadi di sekolah MTS Negeri 10 Ciamis, masih ada pungutan yang signifikan melalui komite.

Dengan terjadinya pungutan tersebut, LSM Patriot Bela Negara dengan Harian Fakta Pers melakukan Konfirmasi kepada Kasi Kemenag untuk memperjelas terkait pungutan di MTS Negeri 10 Ciamis tersebut, pada. Senin (8/9/2019).

Y sebagai Kasi Kemenag Ciamis saat ditanyakan, seolah olah melegalkan praktek pungutan itu.

“Karena itu hasil musyawarah komite dengan orang tua siswa,” katanya.

Atas jawaban itu kami pun sangat prihatin. Selanjutnya di hari yang sama untuk kedua kali mendatangi sekolah MTSN 10 untuk bertemu Kepala Sekolah M.Isak Saepuloh S.Pd, Mpd. Namun tidak ada di sekolah, menurut security di luar gerbang sekolah.

Dari informasi didapat, pungutan yang dilakukan diantaranya Tes IQ kelas 7 sebesar Rp. 75.000, Staditur untuk kelas 8 sebesar Rp. 850.000/siswa, LKS kelas 7, 8 dan 9 sebesar Rp 700.000, Perpustakaan kelas 7, 8 dan 9 sebesr Rp. 175.000, Operasional Komite untuk kelas.7 sebesar Rp. 400.000, Buku Prediksi UN dan UANBN kelas 9 sebesar Rp. 140.000, Ujian-ujian kelas 9 sebesar Rp. 170.000, Perpisahan a.seragam batik satu stel kelas 9 sebesr Rp. 160.000 b.operasional dan penyelenggaraan kelas 9 sebesar Rp. 270.000. Total keseluruhnnya Rp. 3.030.000, dengan cara pembayarannya selama 30 bulan melalui buku cicilan. Maka setiap minggu siswa-siswi harus membayar sebesar Rp.22.000.

Sedangkan untuk memenuhi kewajiban melunasi operasional komite, sejumlah Rp. 400.000. Jadi cicilan bulanan sebesar Rp. 88.000 di tambah Rp.100.000, Maka jumlah harus dibayar Rp.188.000/bulan.

Kesepakatan ini Diketahui Kepala MTS Negeri 10 Ciamis dengan adanya cap dan tanda tangan kepala sekolah dan Ketua Komite MTSN 10 Ciamis, Dedi Sugianto S.P. Namun Dedi tak mengaku pungutan-pungutan atas inisiatif komite.

“Pungutan itu semua bukan dari inisiatif komite. Tapi semua itu gagasan dari kepala sekolah MTS Negeri 10 CIamis,” sebutnya.

Sebelum pungutan yang Rp.3.030.000 terjadi, sebelumnya juga sudah memungut sebesar Rp.700.000 untuk kebutuhan seragam siswa, katanya.
Dengan adanya pungutan ini, tokoh masyarakat memint kepada Kemenag pusat, propinsi maupun kabupaten harus bisa mensikapi pungutan yang terjadi di MTS Negeri 10 Ciamis.

“Pemerintah pusat telah menghimbau dan menegaskan sembilan tahun wajib belajar untuk anak didik demi kemajuan anak bangsa di bumi pertiwi ini. Maka jangan lah selalu kebutuhan sekolah di bebenkan ke para orang tua siswa@siswi. Dikemanakan anggaran Dana BOS nya???!!!!,” tegas para tokoh masyarakat sekitar. Dedi Irfan/Asep

Komentar

News Feed