oleh

Sampah Menumpuk dan Bau di Protes Warga

Jakarta, faktapers.id – Masalah sampah di Ibukota Jakarta menjadi dilema, volume sampah yang dihasilkan dari masyarakat Jakarta cukup luar biasa setiap harinya. Seperti tumpakan sampah di LPS DIPO Jalan Moa Kelurahan Pejagalan kecamatan Penjaringan Jakarta Utara tersebut berasal dari pemukiman sekitar wilayah rukun warga (RW)012 kelurahan Pejagalan.

Keberadaan LPS DIPO tersebut sudah cukup lama, dan menutup sebagian jalan raya dan menggangu pengguna jalan yang akan melintas di jalan MOA, serta menimbulkan aroma bau busuk.

Pantauan di lokasi LPS DIPO, sampah menggunung serta mengeluarkan aroma tak sedap karena sampah-sampah tersebut tercampur dengan sampah yang berasal dari sampah pasar teluk gong dan pasar kampung Gusti.

“Iya sampah disini setiap hari seperti ini, karena sampah yang dibuang kesini bukan dari masyarakat sekitar, sudah tercampur sama sampah yang dari pasar,” kata Fredy Operator Weloder

Ditambahkan fredy, awalnya dijatah delapan armada untuk pengangkutan sampah di Jalan moa ini, dengan banyaknya armada yang bannya pada pecah dan rusak jadi pengangkutan terkendala. Sampah disini setiap hari hanya diangkut dua atau tiga armada saja.

“Dulu delapan mobil setiap harinya bisa angkut sampah dari DIPO ini, sekarang paling banyak tiga mobil karena terkendala mobil banyak yang rusak ban nya,” ujar Fredy, Rabu (18/9).

Keterangan Fredy dibenarkan ketua RT 010 Afyang, kalau dahulu jamannya Gubernur Pak Basuki Cahaya Purnama sampah di DIPO tidak pernah seperti ini yang menumpuk bagaikan gunung dan menimbulkan aroma tidak sedap, karena sampah selalu diangkut tidak menumpuk.

“Dulu waktu pak Ahok jadi gubernur delapan truck sehari bisa angkut sampah dari DIPO, sekarang paling banyak tiga truck itupun alesannya banyak truck yang rusak, sudah berapa bulan truck nya tidak betul-betul,” kata Afyang.

Terkait permasalahan sampah di LPS DIPO jalan MOA kelurahan Pejagalan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang mengganggu aktifitas warga.

Dikatakan Matsani Kepala Seksi Lingkungan Hidup Kebersihan Dan Pengawasan Limbah kecamatan Penjaringan, kendala untuk saat ini memang benar truck-truck sampah banyak yang sedang diservis dan penggantian ban yang rusak.

“Terkait kurang maksimal angkutan sampahnya dikarena kendaraan lagi jadwal service serta penggantian Ban Armada. Mudah-mudahan awal oktober sudah semua Armada selesai service serta ganti Ban,” tegas Matsani melalui pesan watshap, Kamis (19/9).

Ditambahkan Matsani,bahwa sampah pasar teluk gong serta pasar kampung Gusti kita angkut tersendiri,bahkan rencananya DIPO tersebut akan dibangun menjadi DIPO ramah lingkungan. tajuli

Komentar

News Feed