oleh

Soal Industri Arang, Walkot Jakut : Pemilik Bakal Bongkar Lapak Besok

Jakarta, faktapers.id – Pemerintah Kota Jakarta Utara memastikan pemilik industri arang batok sadar terhadap polusi udara yang ditimbulkannya selama proses profuksi. Karenanya, secara mandiri mereka mengehentikan proses produksi dan akan membongkar lapaknya.

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko memastikan, pemilik industri arang batok tidak lagi berproduksi sejak dilayangkannya surat peringatan. Bahkan, rencananya para pemilik akan membongkar lapaknya secara mandiri pada Kamis (19/9) besok.

“Besok akan dilaksanakan pembongkaran mandiri oleh para pengusaha-pengusaha industri arang batok itu. Otomatis tidak ada lagi proses produksi yang mereka lakukan,” kata Sigit, saat ditemui di SDN Cilincing 07 Pagi, Rabu (18/9).

Dia menyarankan, pemilik industri atau pun para pekerja beralih usaha ke usaha yang tidak merusak lingkungan. Bahkan pernah ditawarinya agar mengikuti program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) saat menemui para pemilik industri dan pekerja pada Jumat (13/9) lalu.

“Kita lihat nanti apa yang bisa kita bantu. Pokoknya kita tentunya mengarah pada kewajiban dan apa yang dikerjakan tentunya harus sesuai ketentuan, undang-undang maupun aturan-aturan terkait lainnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga meninjau proses inovasi filterlisasi sirkulasi udara pada tujuh kelas di SDN Cilincing 07 Pagi tersebut.

Ruang lubang angin kelas dipasang busa filter, dua kipas angin hisap, hingga akuarium berpompa guna menghasilkan oksegen alami. Sekeliling sekolah pun turut ditanami tanaman penyerap polutan yakni sansiviera atau dikenal lidah mertua.

“Jadi kami (pemerintah kota) tidak sekadar melakukan penindakan sesuai aturan. Namun juga perbaikan kualitas udara itu sendiri. Salah satunya yang ada di sekolah ini,” jelasnya.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Resort Metro Jakarta Utara telah menyegel satu lapak industri peleburan alumunium di lokasi yang sama. Dengan adanya penyegelan itu, dipastikan industri itu pun tidak lagi berproduksi seperti sebelumnya. Tajuli

Komentar

News Feed