oleh

Dahnil : Saya Mengutuk Radikalisme dan Jangan Dikaitkan Dengan Agama

Klaten, faktapers.id-Wakil Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, tak ada rekayasa dalam kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto.

Ia melihat langsung ada sejumlah dokter senior yang menangani proses pemulihan Wiranto.

“Yang jelas, saya melihat langsung kondisi pak Wiranto di RSPAD Jakarta benar tertusuk dan dioperasi perutnya, saya melihat tidak ada rekayasa,” kata Dahnil . 

Pernyataan itu disampaikan usai memimpin Apel Kokam Klaten, dalam rangka Musyda PDPM dan Milad Kokam Pemuda Muhammadiyah Klaten yang ke 54 dilapangan Kradenan, Trucuk ,Minggu (13/10/19) .

Dahnil juga mengatakan kejadian yang dialami Wiranto merupakan sebuah musibah.

“Saya berharap pak Wiranto cepet pulih serta pelaku dihukum dan kasus lainnya seperti terbunuhnya mahasiswa dan kasus Wamena segera tertangani,” ujarnya .

Mantan Panglima Tertinggi Kokam ini juga menegaskan, kasus ini tidak boleh dikaitkan dengan Islam, alasanya sejumlah saksi tetangga pelaku mengatakan orang tersebut tidak sembahyang dan perilaku teror bukan sikap seorang muslim .

“Saya mengutuk semua bentuk radikalisme, terorisme dan semua bentuk kekerasan. Kita hindari dan harus kita cegah tidak boleh ada di Indonesia,” tegasnya.

Seperti diketahui, Wiranto ditusuk Abu Rara di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) . Wiranto mengalami luka di perut akibat ditusuk dengan senjata tajam mirip Kunai.

Selain Wiranto peristiwa itu juga melukai Kapolsek Menes Kompol Dariyanto. Sampai saat ini Polisi masih mengamankan Abu Rara beserta istrinya Fitria . (Madi)

Komentar

News Feed