oleh

Kabut Asap Karhutla Nyampe ke Thailand, Warganya Dihimbau Pake Masker

Kabut Asap Karhutla Nyampe ke Thailan
Jakarta, faktapers.id ‐‐ Kabut asap melanda di Thailand, terutama Bangkok, kian parah. Membuat Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengingatkan warganya untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Pagi ini, tingkat polusi di banyak daerah di Bangkok mencapai PM2,5 yang artinya melebihi level standar. Saya meminta lembaga-lembaga terkait melakukan rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya, termasuk meminta kerja sama dari pabrik industri dan kontraktor mengurangi aktivitas yang bisa memperburuk polusi udara,” ungkap Prayut di Twitter, Senin (30/10).

“Bagi warga yang perlu pergi ke luar rumah dimohon untuk menggunakan masker penutup hidung. #Dust PM25.” pintanya.
Dikutip The Straits Times, berdasarkan situs pemantau kualitas udara AirVisual, polusi udara Bangkok mencapai yang terburuk ketiga pada Senin sekitar pukul 09.45 waktu setempat.

Dalam hal ini sejumlah pejabat Thailand mengungkapkan kabut asap yang menebal terjadi akibat pola musim panas saat ini menghambat pergerakan angin.

Peningkatan polusi udara juga disebabkan emisi pabrik-pabrik industri dan aktivitas pembangunan, pembakaran tanaman, hingga asap kendaraan.

Bukan hanya itu. Belakangan, sebagian kawasan Asia Tenggara juga diselimuti kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan di Indonesia.

Meski titik api di Indonesia berangsur menurun, kabut asap akibat karhutla di Sumatera dan Kalimantan sempat mencapai wilayah Thailand, terutama kawasan wisata terkenal Phuket.

Selain Phuket, kawasan selatan Thailand juga terperangkap kabut asap dari Indonesia. Asap tebal dilaporkan terlihat di distrik Hat Yai, Songkhla, di mana AQI mencapai 93.

Tak hanya Thailand, kabut asap akibat karhutla di Indonesia juga sebelumnya dilaporkan sudah mencapai Malaysia dan Singapura.

Begitu pekat kabut asap tersebut, Malaysia sampai-sampai menutup ratusan sekolah dua pekan lalu. Namun memasuki pekan ini, pemerintah Malaysia dilaporkan sudah kembali membuka sebagian sekolah tersebut. /*

Komentar

News Feed