oleh

Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Taman, Anies Elus Kasudishut Jakbar

Jakarta, faktapers.id – Bukan hanya sekedar hijau, tetapi juga resapan air dan tempat bermain anak kini terlihat menghiasi Spot Budaya Taman Kembang Kerap yang ada di wilayah Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.

Spot Budaya Taman Kembang Kerep Meruya Utara yang dirancang oleh Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat itu, kini pemandangannya tampak terlihat indah.

Di lahan yang tepat berada di pintu keluar kupingan tol Kembangan itu tersedia beragam sarana ala wahana alam yang dapat dimanfaatkan bebas oleh setiap pengunjung.

Mulai dari rumah pohon, ayunan jaring yang digemari anak-anak hingga dewasa, jembatan gantung, ayunan biasa, hammoc hingga kolam penampung air hujan menuju sumur resapan (rain garden) dan lainnya. Bahkan pengunjung bisa berselfie ria dilokasi itu sepuasnya.

Tak hanya warga yang mengunjungi lokasi itu, namun Spot Budaya Taman Kembang Kerep tersebut juga dikunjungi oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan bersama Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi yang didampingi Kasudis Kehutanan, Firdaus Rasyid, Anggota DPRD DKI Jakarta, Syarifudin serta pejabat lainnya.

“Tadi mampir ke taman kembang kerep, itu adalah sebuah kawasan yang semula tak termanfaatkan ada di tempat keluaran exit tol lalu teman-teman di Suku Dinas Kehutanan di Jakarta Barat mengolahnya sehingga dia menjadi tempat bermain,” ucap Anies didampingi Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi saat dilokasi, Rabu(2/10/2019).

“Ini menjadi konsep taman sebagai park, bukan taman sebagai garden. Kalau taman sebagai garden itu untuk dilihat, untuk ditonton. Kalau taman sebagai park dia menjadi tempat bermain. Jadi tadi salah satu contoh inovasi,” sambung Anies.

Diungkapkan Anies, pemprov DKI Jakarta tengah membangun puluhan taman berkonsep park.

“Insyallah saat ini pun kita sedang membangun 53 taman, dan tamannya konsepnya semuanya park. Bukan garden. Dengan begitu harapannya nanti warga Jakarta punya ruang bermain hijau untuk anak-anak dan untuk masyarakat umumnya,”ungkapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Sudishut Jakarta Barat, Firdaus Rasyid menjelaskan ide membangun Spot Budaya seluas 5 ribu M2 ini berawal dari pemanfaatan tebangan maupun pemangkasan pohon. Sedangkan rumput diambil dari taman lain.

Kemudian ‘menyulap’ lahan tidur yang tidak dimanfaatkan optimal oleh Jasa Marga. Dengan demikian tidak menggunakan APBD, kecuali pengerjaannya dilakukan 21 Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) SKPD ini.

“Ide awalnya sederhana sekali yakni saya ingin membuat sesuatu tapi tanpa mengeluarkan biaya, kecuali gaji PJLP,” tandas Firdaus, kepada Wartawan.

Ia menambahkan Spot Budaya ini mengusung konsep kembali dan menyatu ke alam (rain garden) serta sebagai wahana interaksi masyarakat. Caranya dengan menyediakan aneka sarana yang sangat representatif untuk berwisata dan berselfi ria bagi masyarakat layaknya Jakarta seolah-olah di hutan Jati di Lembang.man

Komentar

News Feed