Jakarta, faktapers.id – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Bayu Sari Hastuti menjelaskan, pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat terinfeksi virus rabies dari gigitan hewan.
Korban harus mencuci luka gigitan dan cakaran dengan sabun selama 10 menit dibawah air mengalir, kemudian berikan alkohol 70 persen.
“Setelah dilakukan pertolongan pertama, korban yang tergigit hewan dengan penyakit rabies selanjutnya dibawa ke rabies center untuk ditangani tim dokter,”kata Bayu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Di Jakarta, lanjut Bayu, terdapat dua rumah sakit rujukan bagi pasien yang tergigit hewan dengan penyakit rabies yakni RSUD Tarakan dan Rumah Sakit Pusat Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso.
Bayu menjelaskan virus rabies dapat menyerang dalam sistem saraf, otak akan mengalami peradangan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa menyebabkan koma dan kematian.
“Pencegahan tentu dilakukan vaksinasi secara rutin setial satu tahun. Jika ada yang tergigit maka segera dibawa ke rabies center untuk diberikan pertolongan, dan melakukan perawatan mulai dari kebersihan hewan tersebut setiap harinya,”ujarnya.
Agar terhindar dari virus yang ditularkan air liur hewan, kata Bayu perlu diketahui tanda-tanda hewan berdarah panas seperti kucing, anjing, kera yang merupakan hewan berpotensi menularkan rabies.
“Ada dua tipe hewan yang tertular rabies pertama rabies ganas, dan rabies tenang,” ucapnya.
Rabies ganas menurut Bayu, hewan akan menjadi ganas bahkan bisa saja menyerang hingga mengigit apa saja. Selain itu ekor hewan akan di lengkungkan ke bawah perut diantara dua paha, hewan juga sudah tidak lagi menurut perintah pemilik, dan mengeluarkan air liur yang banyak.
Sedangkan tanda rabies tenang, hewan biasanya menghindari cahaya, dimana lebih memilih tempat yang sejuk dan gelap, tidak mampu menelan dan mulut terbuka dengan mengeluarkan air liur berlebih.
“Tanda-tanda ini biasanya akan menyebabkan hewan akan mati dalam hitungan beberapa hari sejak timbulnya gejala,” pungkasnya.(man)