oleh

Swalayan Abadi Jaya Hadir di Jambuk Makmur Untuk Kemudahan Warga Beli Sembako

Kutai Barat, faktapers.id – Mungkin menjadi decak kagum. Nun jauh diperbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kaltim. Tepatnya di Jalan Poros Trans Kaltim, Kampung Jambuk Makmur (UPT-Resak III), Kecamatan Bongan, Kubar, sejak 2014 lalu, berdiri swalayan atau toko pusat perbelanjaan serba ada, dengan nama Swalan Abadi Jaya.

Padahal kawasan Resak III terbilang sepi, dikelilingi hutan. Meski ada permukiman penduduk, namun tak sepadat didaerah ibukota kabupaten.

Harian Fakta Pers dan faktapers.id menelusuri keberadaan H Masi’in yang merupakan pemilik Swalayan Abadi Jaya. H.Masi’in, lahir di Kediri, Jawa Timur, tahun 1969, kini telah memiliki 3 anak dan 2 cucu.

Dibalik suksesnya Tablig Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Jambuk Makmur pada Selasa (5/11/2019), peran besar H.Masi’in sebagai Ketua Panitia Pelaksana acara itu.

“Diamanahkan masyarakat, para ulama dan umaro, juga inisiatif Petinggi Kampung Jambuk Makmur Pak Yandi Saidi bersama sejumlah tokoh masyarakat,” ungkapnya.

“Alhamdulillah acara Tablig Akbar sukses. Ribuan warga umat muslim menghadiri ceramah oleh Ustadz Mohammad Syamsul Maarif S.PdI (Ustadz A’Arif Alqomar) dari Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati, Nganjuk, Jawa Timur,” tambah dia.

Dia berpanjang kisah, mengakui bahwa tujuan utama menghadirkan ustadz ternama dari luar provinsi tersebut untuk menguatkan silaturahmi dan rasa persatuan masyarakat.

“Berharap melalui siraman rohani rasa persatuan dan kesatuan, gotong-royong, serta cinta NKRI didalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika terus menguat,” tuturnya dikediamannya, belum lama ini.

Pria perantauan ini mengaku bahwa dia menetap di UPT Resak III (Kampung Jambuk Makmur) sejak tahun 2001. Semula dia berangkat dari Pulau Jawa pada 1988 silam ke Provinsi Kaltim, Kota Balikpapan tempat dia bersandar beberapa tahun. Kemudian pindah ke Kecamatan Loa Janan, Kukar, selanjutnya berdomisili di SP-5 Kota Bangun, Kukar.

“Sejak 2001 saya mulai berdomisili di Kampung Resak III ini. Saya sempat ‘ngampas’ barang sembako dan lainnya keliling daerah,” ungkapnya.

Ditanya motivasinya membangun Swalan Abadi Jaya didaerah yang jauh dari kota?. H.Masi’in mengatakan, tekadnya membantu masyarakat. Meski jauh dari kota, tetapi masyarakat akan mudah membeli barang kebutuhan pokok seperti di supermarket kota besar.

“Swalayan Abadi Jaya di Resak III ini jauh dari kota. Tetapi puluhan kampung ada didaerah pedalaman sini pak,” tuturnya.

Lebih menarik menurutnya, seluruh pegawai SwalanAbadi Jaya diterapkan aturan etika dan sopan santun. Pegawai swalan itu sejak awal adalah anak muda lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kampung Jambuk Makmur.

“Untuk lapangan kerja bagi masyarakat. Aturan utama pegawai, harus beretika kesopanan. Menghormati semua orang (pembeli dan pengunjung),” ucapnya.

H Masi’in menambahkan, calon pegawai swalayan sejak awal melamar kerja, diseleksi. Prinsip utama ditanamkan, bekerja sambil belajar.

“Jika suatu saat tidak lagi bekerja di Swalan Abadi Jaya, pegawai atau karyawan minimal sudah bisa berusaha mandiri,” tegasnya.

“Harus disiplin, tidak masuk kerja 3 kali tanpa keterangan diberi Surat Peringatan (SP). Bertanggung jawab, karyawan yang datang dan pulang dari swalayan membiasakan pamit dan bersalaman,” ungkapnya.

H.Masi’n menuturkan, selama ini kadang masyarakat ingin berusaha tetapi alasan tidak ada modal. Menurutnya, modal utama ketika ada niat ingin membangun usaha adalah kejujuran.

“Kalau ada niat ingin berusaha, banyak orang yang ingin membantu. Asalkan jujur, punya keahlian, dan mau berusaha,” tandasnya.

Prinsif H Masi’in tersebut diakui oleh Kepala Kampung Jambuk Makmur periode 2003-2008, H.Ardiansyah.

“Kepercayaan adalah amanah yang diemban. Beliau menjadi panutan masyarakat dalam menguatkan rasa persatuan dan persaudaraan antar sesama,” ungkapnya, didampingi Petinggi Kampung Jambuk Makmur saat ini, Yandi Saidi.(iyd)

Komentar

News Feed