oleh

Gelar Pagelaran Wayang Kulit, Ancol Komitmen Akomodir Kebudayaan Nasional

Jakarta, faktapers.id – Pagelaran wayang kulit kembali digelar di Pasar Seni, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (9/11). Hal ini menandakan komitmen PT Pembangunan Jaya Ancol mengakomodir kebudayaan nasional.

Kali ini, pagelaran wayang kulit didalangi Ki Manteb Soedharsono dengan lakon ‘Becik Ketitik Olo Ketoro’. Yang berarti segala sesuatu perbuatan yang baik pasti akan menuai kebaikan, dan setiap perbuatan buruk dan jahat akan terkuak dikemudian.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan mengatakan, pagelaran wayang kulit bukan sekadar tontonan bagi masyarakat, namun sekaligus tuntunan dalam pembentukan tatanan hidup.

Pagelaran wayang kulit sendiri telah digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak dua kali, yang mana sebelumnya digelar di Balai Kota pada Sabtu (14/9) lalu.

“Malam ini kebanggaan bagi Pemprov DKI, yang mana Ki Manteb Soedharsono untuk ke dua kalinya manggung di Pemprov DKI. Bukan sekadar tontonan, pagelaran wayang kulit juga sebagai tuntunan dalam membentuk tatanan,” kata Anies, saat ditemui di Pasar Seni, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (9/11/2019).

Didampingi Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, dijelaskannya lakon ‘Becik Ketitik Olo Ketoro’ yang didalangi Ki Mantep Soedharsono relevan dengan kondisi DKI Jakarta saat ini.

Meski fakta kerap diputarbalikkan, kebaikan atau kebenaran tidak pernah tertukar dengan kejahatan. Apalagi segala sesuatu dilakukan dengan ikhlas.

“Tuhan Yang Maha Kuasa tidak pernah tidur. Pesan pentingnya ikhlas. Insyaallah mengantarkan kita kepada capaian tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak,” jelasnya.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Teuku Sahir Syahali menerangkan, pihaknya berkomitmen mengakomodir seluruh kebudayaan nasional, salah satunya pagelaran wayang kulit.

Jika tahun ini telah digelar sebanyak dua kali, ditargetkannya pagelaran wayang kulit akan digelar tiga kali sepanjang tahun 2020 mendatang dengan inovasi bergaya milenial.

“Kita juga ada konser internasional tapi juga budaya kita (nasional) terus dikembangkan. Ancol ini kan panggungnya Jakarta, sekaligus panggungnya Indonesia,” tutupnya.(tajuli)

Komentar

News Feed