oleh

Mahfudz Siddiq: Gelora Tampung Aspirasi Milenial

Jakarta, faktapers.id – Terkorfirmasi, sadar politik di masyarakat milenial meningkat, namun minat terlibat di partai politik menurun. Merespon hal ini Partai Gelombang Rakyat (Gelora) telah mempetakan antara kaum yang hanya ingin menjadi pekerja politik, politisi dan pejabat publik.

Sekjend Partai Gelora, Mahfudz Siddiq mengungkapkan, dalam sepuluh tahun terakhir, dan ini sudah dikonfirmasi oleh berbagai survey, kesadaran politik di masyarakat termasuk generasi muda kian meningkat, tetapi pada saat yang sama keterikatan mereka terhadap partai politik mengalami penurunan.

“Ini memang unik. Oleh karena itu Partai Gelora pada akhirnya mendekripsi ada dua macam orang ketika dia terlibat dalam politik. Ada yang dia ingin berpatisipasi dengan tidak berorientasi menjadi pengurus partai, punya jenjang karir di partai menjadi Caleg, pejabat publik, tetapi dia punya keinginan terlibat dalam politik,” ungkapnya kepada faktapers.id, di Jakarta, Rabu (20/11/19).

Menurut Mahfudz hal itu dikarenakan para kaum tersebut melihat kehidupannya sangat dipengaruhi oleh poliik.

“Makanya konsep di Gelora saat ini mengenalkan satu model organisasi net work base, organisasi berbasis jaringan,” ujarnya.

Sambung Mahfudz, artinya, nantinya ada sejumlah orang yang tak ingin terjun ke politik praktis.

“Ingin bekerja bersama sesuai dengan visi Partai Gelora, tetapi dia tidak mau terikat. Ini kita sebuat net work base. Ada program yang sifatnya ad hoc, mereka bisa terlibat, ada progran yang sifat partisipatoris yang sifatnya sebatas terlibat,” paparnya lagi.

Kedua, lanjut Mahfud ada yang sejumlah orang yang punya kesadaran politik, lalu memang beniat berjuang dijalur politik, punya orientasi jabatan struktural partai politik dan jabatan publik.

“Makanya kini di pengurusan Partai Gelora yang sudah disusun, ada bidang pendidikan dan pengembangan kepemimpinan. Ini suatu bidang yang tugasnya khusus untuk mengkader orang yang serius dengan terlibat untuk nantinya menduduki jabatan politik, ngga kagetan,” cetusnya.

Kata Mahfudz lagi, di Partai Gelora memberi ruang bagi mereka yang ingin berpartisipasi.

“Tetapi kita memperjuangan aspirasi mereka. Kongkritnya, akan dibuat semacam berbagai komunitas jaringan yang disitu mereka punya kepentingan bersama, merumuskan kepetingan kolektif mereka dengan tidak terlibat matarantai secara aktif, mereka mendukung Partai Gelora dalam suara,” tegasnya.

Tetapi, tambah Mahfudz, aspirasi mereka secara kolektif menjadi agenda perjuangan partai.

“contoh, ada satu devisi di Gelora, divisi wirausaha milenial. Kini generasi milenial frash graduete atau bahkan yang masih kuliah mereka punya oreintasi kewirauahawan, tetapi sering kali menemui kendala dalam sistem kebijakan untuk berkembang,” demikian dia. oss

Komentar

News Feed