oleh

Soal Jiwasraya, Jaksa Agung Tak Ingin Salah dan Gegabah Dalam Menetapkan Tersangka

Jakarta, faktapers.id – Jaksa Agung, Sanitiar (ST) Burhanuddin mengaku sudah mengantongi identitas terduga pelaku dalam kasus dugaan korupsi perusahaan pelat merah, PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Namun, pria berkumis tebal itu belum menetapkan tersangka dari kasus gagal bayar tersebut karena masih mendalami pemeriksaan lanjutan.

Keterangan tersebut disampaikan ST Burhanuddin pada konferensi pers bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Gedung BPK, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Saking kompleksnya kasus yang menyeret perusahaan asuransi plat merah tersebut, Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Dalam penuturannya, ST Burhanuddin mengatakan bahwa kejaksaan masih akan memeriksa sejumlah saksi. Ia mengatakan kejaksaan juga sudah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat. Namun pihaknya masih belum mau menyebut siapa tersangkanya karena lembaganya tak mau salah dan gegabah dalam menetapkan tersangka. “Jangan sampai salah”, tuturnya.

Selain tak ingin salah dan gegabah dalam mengumumkan tersangka, Kejaksaan Agung juga sedang menelaah lebih dari lima ribu transaksi keuangan untuk menemukan indikasi korupsi dalam kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya tersebut.

Dari lima ribu transaksi itu, Kejagung masih mencari indikasi transaksi bodong yang dilakukan oleh perusahaan asuransi milik BUMN ini.

“Transaksinya melebihi lima ribu, kami akan pisahkan mana transaksi bodong, digoreng dan mana transaksi yang benar”, papar ST Burhanuddin.

Sebelumnya pada keterangan pada Desember 2019 lalu, Kejaksaan Agung mengumumkan ada tindak korupsi dalam kasus PT Jiwasraya yang menyebabkan kerugian negara yang mencapai Rp 13,7 triliun.(Herry)

Komentar

News Feed