oleh

Ditolak PDIP, DPD Golkar Klaten Tentukan Sikap

Klaten, faktapers.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Yoga Hardaya, gagal mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan (PDIP) untuk berpasangan dengan Bupati Klaten petahana, Sri Mulyani dalam Pilkada 2020.

Kepada wartawan, Yoga mengaku, dalam penugasan dirinya mencalonkan Wabup di DPC PDI-Perjuangan Klaten ternyata tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP Jakarta.

Ia mengisyaratkan akan terus maju dan menantang pasangan Sri Mulyani-Aris Prabowo yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP.

“Tetap melangkah. Semangat terus pantang mundur,” ujarnya, Jumat (21/2/2020).

Yoga mengklaim, dalam perjanjian berkoalisi dengan PDIP Klaten dianulir, sehingga sudah tidak ada lagi koalisi dengan PDIP Klaten di Pilkada 2020.

“Perintah dari DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, memerintahkan untuk dibuka pendaftaran Balon Bupati dan Wabup,” ujar Yoga.

Dia melanjutkan, karena Partai Golkar Klaten hanya mendapatkan 7 kursi, sehingga tidak bisa mendaftarkan sendiri. Maka dari itu, bagi pendaftar lewat Partai Golkar dengan syarat harus sudah mempunyai dukungan dari partai lain dengan minimal 3 kursi supaya memenuhi 10 kursi.

“Karena Sri Mulyani saat ini sudah berpasangan dengan Aris Prabowo, kami akan melakukan konsolidasi. Karena nggak mungkin Partai Golkar berdiri sendiri karena kami cuma tujuh kursi. Otomatis kami akan koordinasi membangun komunikasi dengan partai-partai politik yang lain,” sambung Yoga.

Fokus Partai Golkar saat ini, lanjutnya, memastikan demokrasi di Klaten bisa berjalan dengan baik, dengan menghadirkan kekuatan penyeimbang. Secara spesifik, Yoga mengungkapkan rencananya untuk menggalang poros baru sebagai penantang pasangan Sri Mulyani-Aris Prabowo.

“Yang melamar untuk minta dukungan dari Golkar sudah ada 2 orang, yaitu One Krisnata dan Arif Budiyono, keduanya mencalonkan diri sebagai Bupati Klaten. Yang utama membentuk poros baru dulu, karena kalau kami nggak memperoleh dukungan minimal sepuluh kursi kan nggak bisa (usung paslon). Secara organisasi hubungan Golkar dan PDIP tetap baik,” kata Yoga. (Madi)

Komentar

News Feed