Klaten, faktapers.id – Pasca merebaknya kabar virus corona di beberapa wilayah, dampaknya mulai dirasakan oleh sebagian pedagang di pasar induk Klaten. Beberapa pekan belakangan ini, omzet pedagang turun hingga mencapai 40 persen.
Seperti yang dialami Haryati (42), pedagang buah yang menjajakan aneka buah-buahan di Pasar Induk Klaten.
Sebelum ada kabar virus Corona, dalam sehari omzet kotor yang ia dapat mencapai Rp 2,5 juta. Namun beberapa hari terakhir ia hanya mampu mendapat omzet kotor antara Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu.
“Pembelian turun drastis mas, Ini mungkin akibat dari Corona,” kata Haryati asal desa Mranggen, Jatinom, Sabtu (21/03/2020).
Haryati berharap wabah virus Corona segera berakhir, sehingga pendapatan pelaku usaha di Kabupaten Klaten bisa kembali normal.
Hal itu senada dengan apa yang dirasakan Ragil (40), pedagang aneka bumbu masak dan kelontong ini. Semenjak kabar Virus Corona marak, beberapa toko miliknya kini menjadi sepi pembeli.
“Masyarakat jumlahnya sedikit yang berkunjung di pasar Klaten karena takut keluar. Jadi akibatnya pembeli sepi. Sekarang bisa untuk menutup modal saja sudah bersyukur,” ucap Ragil.
Ia menambahkan, adanya virus corona juga berdampak harga sejumlah komoditi naik, seperti harga gula pasir saat ini mencapai Rp 17.500. Hal tersebut dikarenakan pengiriman barang mengalami hambatan. (Madi)












