Jumat, Maret 5, 2021
Beranda 8 Oknum Indikasi Wartawan Gadungan Diciduk Polisi, Tokoh Pemuda: Memalukan
Array

8 Oknum Indikasi Wartawan Gadungan Diciduk Polisi, Tokoh Pemuda: Memalukan

Jakarta, faktapers.id – Tokoh Pemuda Jakarta Barat Umar Abdul Aziz, S.Pd, SH, MH menyayangkan kelakuan para oknum yang melakukan pemerasan terhadap oknum guru. Bahkan kata dia, perbuatan itu sungguh memalukan insan pers.

Maka dari itu, Umar menghimbau kepada para guru untuk melakukan kroscek legalitas apabila disatroni oleh oknum-oknum wartawan.

“Sungguh ini sangat memalukan. Saya berharap dengan kejadian ini, para guru harus kroscek kebenaran Kartu Identitas, surat tugas serta alamat kantor redaksinya,” imbuhnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan, delapan orang yang mengaku sebagai wartawan diduga melakukan pemerasan terhadap oknum guru. Hingga akhirnya kedelapan oknum wartawan yang diindikasi sebagai wartawan gadungan diciduk tim Reskrimum Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, pelaku yang ditangkap adalah PS, FS, AJS, HH, MSM, TA, AS dan IM. Mereka diduga memeras salah seorang guru sebanyak Rp 200 juta.

“Pelaku memeras korban dengan ancaman akan dilaporkan ke pimpinan, karena telah melakukan perbuatan asusila di salah satu hotel transit,” kata.Yusri pada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (23/3/2020).

Korban yang diminta uang sebanyak itu, lantaran tidak sanggup dari segi finansial. Namun korban hanya mampu membayar sebesar Rp 10 juta kepada para pelaku.

“Pelaku PS (51) dan FS (38) yang berperan mendatangi korban ke salah satu sekolah di wilayah Jakarta Barat. dan mengancam akan melaporkan korban kepada pimpinannya dan mendapat uang hasil kejahatan Rp 1 juta,” ujar Yusri.

Sedangkan pelaku AJS (25) dan TA (24) berperan memantau korban keluar dari hotel dan melaporkan kepada IM. AJS juga mendapat Rp 1 juta dari hasil kejahatannya.

“Kemudian pelaku HH (47) dan MSM (48) berperan menunggu korban di halaman sekolah untuk melakukan pemerasan. HH dan MSM mendapat upah Rp 1 juta dari hasil pemerasan,” ungkapnya.

Selanjutnya, pelaku AS (46) berperan mengejar korban dan membuntutinya dan mendapat upah Rp 1 juta dari hasil kejahatannya.

“Pelaku IM (45) sebagai otak yang melakukan perencanaan dan pemerasan terhadap korban,” tandasnya.

Barang bukti yang berhasil disita 14 handphone berbagai merk, delapan kartu pers, satu ATM BRI, satu topi, satu jaket, satu peneng tanda penyidik dan satu mobil. Para pelaku dikenakan pasal 368 KUHP.(MAN)

Most Popular

Recent Comments