oleh

Covid-19, Perayaan Nyepi Caka 1942 Dengan Ogoh-ogoh di Buleleng Resmi Dibatalkan

Singaraja.Bali.Faktapers.id – Menyikapi keinginan beberapa warga desa adat di Bali ingin menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1942 dengan pagelaran ogoh-ogoh akhirnya berhasil di batalkan, pasalnya covid-19 mulai mewabah serta di imbangi adanya surat edaran Gubernur Bali untuk sementara meniadakan keramian dengan pengerahan jumlah massa berskala besar.

Seperti di Buleleng, Bali awalnya banjar adat di Desa Pekraman Sangsit sepakat akan melaksanakan kegiatan ogoh-ogoh langsung mendapatkan perhatian dari pihak Polres Buleleng termasuk dari pemerintah Kabuapten Buleleng.

Dan hari ini Senin (23/3/2020) pukul 10.30 wita dilakukan pertemuan di ruang kerja Camat Sawan untuk kordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan Desa Adat Pekraman Sangsit.

Dalam pertemuan yang dihadiri Asisten 1 Kabupaten Buleleng, Kabag hukum Pemda Buleleng, Kabag Ops Polres Buleleng, Kasat Intelkam Polres Buleleng, Kasat Reskrim Polres Buleleng, Kapolsek sawan, Camat Sawan, Kasat Pol PP Kabupaten Buleleng, Kepala Desa Sangsit, Kelian adat desa pakraman Sangsit dan Komang Sudarma ketua panitia pelaksana pengarakan ogoh ogoh di Desa Adat Pekraman Angsit.

Asistin 1 Kabupten Buleleng menyampaikan, intruksi dari pemerintah sudah ada dan jelas untuk sementara tidak melakukan kegiatan yang bersifat umum untuk mencegah Covid 19.

“Dan diharapkan agar dimasyarakat untuk mengikuti apa yang telah disampaikan oleh pemerintah karena ini merupakan kepentingan negara yang di utamakan,”ucap Putu Karuna, S.H.

Disisi lain aparat penegak hukum Polres Buleleng yang diwakili Kabag Ops Kompol A.A Wiranata Kusuma menyampaikan, akan melakukan tindakan tegas bila tetap melakukan kegiatan yang sifatnya berkerumun apalagi dalam pelaksanaan ogoh-ogoh.

Maklumat yang disampaikan oleh Kapolri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi ( Salus Populi Suprema Lex Esto).

“Diharapkan untuk tidak melaksanakan pawai ogoh-ogoh di Desa ADat Pekraman Sangsit, bila itu tetap dilakukan maka pihak Kepolisian akan melaksanakan maklumat Kapolri dan bila ada pelanggaran hukum akan dilakukan tindakan tegas,” cetus Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, S.H.,M.M.(Humas/des)

Komentar

News Feed