oleh

Polisi Razia Kafe dan Tempat Keramaian di Kota Juang Melawi

Melawi, faktapers.id – Petugas gabungan dari Polres Melawi dan Satpol PP menggelar razia di sejumlah kafe dan Warnit serta tempat keramaian di wilayah Kota Juang Nangga Pinoh Kabupaten Melawi, Selasa (24/3/2020) malam.

Razia dipimpin langsung Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi, S.H., S.I.K., M.H. Kabag Ops, Kompol Dedy F Siregar, Kasat POL PP, Aj, Kuswara.

Kasat POL PP, Aj Kuswara mengatakan Petugas gabungan dari Polri dan Satpol PP memberi himbauan dari Kapolri dan Bupati Melawi, membubarkan pengunjung yang berkerumun di kafe dan Warnit maupun tempat keramaian. Razia Warnit, kafe dan tempat keramaian ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Pasal 216 ayat (1) berbunyi.”Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana.

“Demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.”terangnya.

Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan kegiatan ini sebagai imbauan kepada masyarakat tentang penerapan social distancing sebagai mencegah dan memutus penyebaran virus Corona.

“Dalam razia ini, kami sampaikan maklumat Kapolri, Presiden dan Surat edaran dari Bupati Melawi, agar masyarakat menerapkan social distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona,” terangnya.

Dikatakannya, dalam razia itu, petugas meminta pengunjung tidak berkerumun di kafe, warung, maupun tempat keramaian. Pembeli disarankan untuk membeli makanan untuk dibawa pulang.

“Pengusaha juga diimbau untuk menerapkan social distancing. Intinya mengurangi kerumunan di tempat-tempat keramaian untuk memutus rantai penyebaran virus Corona,” ujarnya.

Menurut Kapolres Melawi, Tri Supardi, polisi akan menindak tegas masyarakat yang tidak mengindahkan sistem social distancing, Dasar hukum : UU no. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit

Masyarakat yang masih melanggar social distancing bisa dijerat dengan pasal 212, pasal 216 (1), dan pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 bulan sampai maksimal 1 tahun, Kaitannya dengan pasal 214 KUHP, jika hal tersebut dilakukan oleh dua orang atau lebih maka ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara.

Pasal 93, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).(Abd)

Komentar

News Feed