oleh

Rumah Tak Layak Huni Dibedah Personil Kodim 1609/BLL Dari Program TMMD

Singaraja.Bali.Faktapers.id – TNI Manunggal Membangun Desa(TMMD) akhirnya membedah rumah tak layak huni milik Putu Anom warga Dusun Lebah Siung, Desa Panji Anom Sabtu(28/3) mulai pukul 08.10 wita. Bantuan bedah rumah yang diterima pasutri Putu Anom (25) Komang Soma(24) yang memiliki 1 anak gadis bernama Geris Maharani(6) diperkirakan akan menelan biaya senilai Rp-,17.000.000 juta dengan panjang bangunan 7 meter dan lebar 4,2 meter dilengkapi 1 dapur dan 1 tempat kamar mandi serta teras depan.

Penggarapan pondasi bangunan tersebut selain melibatkan personil TNI-AD Kodim 1609/BLL juga mengerahkan keluarga deket Putu Anom. Dibawah terik sinar matahari pagi, kendati cuaca diserang wabah Corona namun dalam hitungan jam pondasi berhasil dibuat.

Menurut pembina BSC (Bali Sosial Commonity) Danramil Tejakula, Kapten Inf Sabar Santoso kepada Faktapers.id dilokasi, dari awal penggarapan hingga beratap bangunan Putu Anom diperikdisi akan selesai dalam jangka waktu 2 Minggu.

”Perkiraan bangunan bisa selesai 2 minggu atau lebih tergantung bahan dan situasi, mengingat kondisi sekarang ini udara sedang diterpa virus corona,”paparnya seijin Dandim Buleleng.

Danramil Tejakula, Kapten Inf Sabar Santoso juga menambahkan, rata-rata penerima bantuan bedah rumah merupakan warga miskin dan layak menerima,”Rata-rata penerima bantuan orang miskin, bahkan untuk makan saja kurang apalagi membuat rumah,kemari kita survey yang bersangkutan sedang sakit masak didalam kamarnya, kondisi rumah juga memprihatinkan. Mudah-mudahan nantinya bantuan ini dapat menumbuh kembangkan ekonomi Putu Anom,”jelas Kapten Inf Sabar Santoso.

Sisi lain selaku pejabat Pemkab Buleleng, Camat Sukasada I Made Dwi Adnyana,S.STP, sangat berterimakasih kepada Pemkab Buleleng dan Jajaran Kodim 1609/BLL yang telah menetapkan lokasi TMMD di wilayah Kecamatan Sukasada Desa Panji Anom.

Kegiatan-kegiatan TMMD yang dilaksanakan diharapkan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh Desa Panji Anom, seperti masalah air bersih dan infrastruktur termasuk juga bidang lainnya.

“Partisipasi warga selama proses pelaksanaan TMMD dari penjajagan dan Pra TMMD yang telah lewat sangat baik. Ini merupakan salah satu ukuran keberhasilan pelaksanaan TMMD dan harapan kami tetap berkelanjutan ke depan karena kegiatan TMMD adalah kegiatan sinergitas dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Sehingga rasa memiliki untuk membangun desa bisa tetap terjaga,”ujar I Made Dwi Adnyana.

Menurut I Made Dwi Adnyana, dukungan anggaran TMMD bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng yang masuk dalam APBDesa Panji Anom berupa Bantuan Keuangan Khusus.

“Sangat berterimakasih kepada Dandim Buleleng dan jajarannya yang telah bekerja tanpa kenal lelah dan ikhlas tiap harinya bersama warga untuk membangun desa sehingga dapat membantu masyarakat menuju peningkatan kesejahteraan. Melalui kegiatan TMMD juga akan memberikan dampak positif pada peningkatan Ketahanan Nasional. Jadi peningkatan ketahanan Nasional juga bisa dilaksanakan dengan TMMD, kegiatan peningkatan Ketahanan Nasional tidak hanya melalui upaya angkat senjata serta semakin bersinergi TNI dengan masyarakat,”jelanya.(des)

Komentar

News Feed