oleh

Dituntut Penumpang Gagal Berangkat, Manajemen Batik Air Minta Maaf

Maros, faktapers.id – Komplain penumpang Batik air rute Makassar-Kendari berbuntut panjang, Insiden yang terjadi pada Rabu (22/4) itu bermula saat empat penumpang maskapai milik Lion Group ini gagal berangkat akibat barang bawaan yang dipermasalahkan.

Salah satu penumpang, Zion N Tambunan mengatakan, ia bersama bersama tiga orang rekannya kini terpaksa kembali ke Kota Makassar dan menginap di salah satu hotel dengan biaya sendiri.

“Kami selaku penumpang tujuan Kendari merasa diperlakukan tidak adil oleh petugas maskapai Batik Air yang bertugas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Seperti terjadi diskriminasi antara kami dengan penumpang lain,” ungkap Zion kepada faktapers.id, Kamis (23/4) malam.

Zion menjelaskan, insiden ini berawal ketika barang bawa keempat penumpang dipermasalahkan oleh petugas maskapi. Pihak maskapai menganggap barang mereka over bagasi kabin karena lebih dari 7 kg per orang.

“Padahal kami satu bordinpas empat orang, kalau ada salah satunya yang melebihi terus ada yang kurang dari tujuh kilo, kan bisa di konpensasi, tapi itu tidak tidak di indahkan oleh pihaknya dan kami duga memang seolah-olah mempersulit kami,” cetusnya.

Sehari setelah insiden itu, Zion dan kawan-kawan melaporkan masalah ini ke Polres Maros. “Betul kami sudah laporkan masalah ini untuk dilakukan penyidikan, biar semuanya bisa jelas, sebagai konsumen yang merasa dirugikan, selain dugaan pelanggaran pidana, kami juga berencana melakukan gugatan perdata atas segala kerugian materi kami, sementara saya susun datanya,” tegasnya.

Lanjut Zion, kendati  masalah sudah dilaporkan ke polisi secara resmi, tapi pihaknya tetap membuka diri jika ada itikad baik manajemen Batik Air.

Berdasarkan pantauan faktapers.id, pihak manajemen Batik Air sudah datang menemui Zion dan kawan-kawan di salah satu  hotel di Makassar.

Usman, salah satu koodinator Batik Air menjelaskan, kedatangannya bersama dengan beberapa manajemen Batik Air sebagai  wujud tanggung jawab.

“Kedatangan kami ini sekaligus permintaan maaf kepada mereka, untuk langkah manajemen selanjutnya, kami belum bisa berkomentar banyak. Soal itu wewenang pimpinan kami, kami ini datang silaturahmi sekaligus pembuka jalan saja untuk mencari solusi yang terbaik. Semoga semua berjalan dengan baik,” harap Usman. (Anchank)

Komentar

News Feed