Minggu, November 28, 2021
BerandaBaliFraksi Golkar Buleleng Usulkan Pahlawan Devisa Negara Karantina di Hotel

Fraksi Golkar Buleleng Usulkan Pahlawan Devisa Negara Karantina di Hotel

Singaraja.Bali.Faktapers.id– Fraksi Partai Golkar DPRD Buleleng, Bali, yang dipimpin Nyoman Wandira Adi menggelar rapat fraksi mendadak di kediaman Ketut Dody Tisna Adi Desa Sembiran setelah memberikan bantuan APD kepada Puskesmas Tejakula 1.

Dalam rapat tersebut langsung dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng IGK Kresna Budi, Nyoman Wandira Adi, Wakil Ketua I DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara, Putu Gede, Putu Suatika

Hasil rapat memutuskan , Fraksi Partai Golkar mendukung kebijakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang memberlakukan kebijakan karantina di desa-desa bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang berdatangan pulang dari luar negeri akibat negaranya dilanda Virus Corona.

“Kami dari Fraksi Golkar DPRD Buleleng sangat mendukung kebijakan melakukan isolasi bagi PMI di desa-desa,” ujar Ketua Fraksi Golkar, Nyoman Wandira Adi.

Kendati kebijakan Karantina itu diiberlakukan, namun Fraksi Golkar berharap agar tempat isolasi itu tidak menggunakan gedung sekolah. Karena dinilai kurang evektif bagi PMI yang merupakan pahlawan devisa itu.

“Kalau di sekolah dengan fasilitas yang sangat tidak layak, kita takutnya mereka justru lari dari tempat isolasi dan pulang ke rumahnya sebelum waktu isolasi berakhir,” tandas Ketua DPD Partai Golkar Buleleng, IGK Kresna Budi.

Fraksi Golkar menyarankan kepada Pemkab Buleleng agar dilakukan kerjasama dengan para pihak hotel-hotel untuk bisa menjadikan hotel-hotel tersebut sebagai tempat isolasi.

Ada beberapa pertimbangan kenapa Fraksi Golkar menyarankan Pemkab Buleleng memanfaatkan hotel sebagai tempat isolasi bagi PMI. Pertama, dari sisi fasilitas dan kenyamanan, sudah pasti terjamin sehingga membuat PMI itu betah menjalani masa isolasinya hingga berakhir.

Kresna Budi menyebutkan, hal tersebut merupakan upaya menghidupkan hotel yang saat ini sedang mati suri, sehingga banyak hotel yang sudah merumahkan karyawan. Dengan kerjasama itu paling bisa membantu hotel tersebut sekaligus memberikan fasilitas bagus bagi PMI.

“Sekarang kebetulan hotel-hotel sepi, makanya ajak mereka kerja sama supaya mereka juga bisa mendapat masukan agar bisa menghidupi karyawannya dan PMI yang menjalani isolasi mendapat fasilitas dan pelayanan yang bagus. Masak pahlawan devisa taruh di gedung sekolah,” tandasnya.

Menurut hitungan Fraksi Golkar, tidak terlalu banyak membutuhkakn anggaran sewa hotel bagi PMI yang menjalani isolasi.

“Tidak mahal kok anggarannya. Di Provinsi sekarang sudah rasionalisasi Rp 18 miliar untuk menangani itu. Itu hanya di pos di DPRD. Nah, kalau ada kerjasama atau join anggaran antara provinsi, kabupaten dengan desa, saya rasa tidak berat itu,” urai Kresna Budi.

Seperti yang disampaikan Kresna Budi bahwa jika Pemkab Buleleng bisa melobi hotel-hotel dengan harga perkamar perongan Rp 100 ribu dengan uang makan sebesar Rp 250 ribu perhari maka satu peserta isolasi memerlukan dana Rp 350 ribu. Bila dikalikan dengan 14 hari masa isolasi maka total dana untuk satu orang sebesar Rp 3,5 juta lebih.

“Maka bisa kita isolasikan 1.000 orang sekalian karena dananya baru Rp 3,5 miliar. Coba bayangkan sisa uang dari provinsi saja masih banyak kan,” papar Kresna Budi.

Fraksi Golkar juga meminta eksekutif selalu mengajak pimpinan dewan dan pimpinan fraksi saat berbicara masalah anggaran untuk penanganan virus corona. Karena selama ini, eksekutif seolah mengabaikan legislatif dalam penentukan anggaran penanganan Covid-19.

“Boleh dong kami kasih saran. Bapak Bupati dan jajarannya seharusnya ajak juga dewan dalam membahas anggaran Covid-19, minimal pimpinan dewan dan pimpinan fraksi untuk ikut bicara anggaran. Karena ini uang rakyat Buleleng di APB jadi pemindahan pos harus ajak dewan,” tandas Wandira Adi didukung Ketut Susila Umbara.(des)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments