oleh

Hasil Mufakat Warga, Pembatasan Mobilitas Wilayah Diterapkan Cegah Corona

Jakarta, faktapers.id – Sejumlah pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Jakarta Utara telah berinisiatif menutup sebagian akses mobilitas warga. Berbekal hasil kemufakatan warga, keputusan ini dipilih guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menyampaikan terima kasih atas dukungan pengurus RT/RW dengan berinisiatif menutup sebagian akses mobilitas wilayah. Tentunya inisiatif tersebut berdasar pada hasil musyawarah mufakat warga dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami (Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara) mengucapkan terima kasih kepada pengurus RT/RW se-Jakarta Utara karena sudah berinisiatif dan berdedikasi mengajak warga bersama-sama mewaspadai penularan Covid-19. Penutupan sebagian akses mobilitas di gang dan jalan tentunya bagus untuk mencegah penyebaran virus dari tingkat terkecil, RT/RW,” kata Ali, saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Utara, Rabu (1/4/2020).

Tentunya, dipastikan penutupan sebagain akses mobilitas wilayah ini juga berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kota Jakarta Utara yang berisi unsur pemerintah, TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), tim kesehatan, hingga unsur masyarakat dan stakeholder swasta.

Tidak menutup total, penutupan sebagain akses mobilitas wilayah tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan kesehatan masyarakat.

“Dari 494 RW di Jakarta Utara, 29 RW kami anggap merah karena ada warga yang terinfeksi Covid-19. Sedangkan masih banyak sekitar 454 RW lainnya kami anggap putih karena tidak ada yang terinfeksi. Kita menjaga betul agar RW yang putih ini tetap menjadi putih. Sehingga yang merah bisa kita lokalisir dan tidak menyebar,” jelasnya.

Diterangkannya, jalur komunikasi langsung antar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jakarta Utara terbuka lebar bagi masyarakat. Selain menangkal informasi tidak benar (hoaks) yang beredar, hal ini bertujuan mencari informasi kebutuhan masyarakat selama pandemi Covid-19.

“Kami tentunya memonitor dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan masyarakat. Utamanya kesehatan. Sehingga masyarakat tidak terkendala dalam upaya pencegahan Covid-19 di masyarakat,” tutupnya. (Tajuli)

Komentar

News Feed