Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Pasar Kapasan dan PGS Kembali Dibuka, Simak Syarat Masuknya
Array

Pasar Kapasan dan PGS Kembali Dibuka, Simak Syarat Masuknya

Surabaya, faktapers.id – Satu pekan menjelang bulan suci Ramadan, aktivitas perekonomian di Surabaya Utara bakal semakin menggeliat.

Dua pasar yang menjadi pusat perkulakan, yakni Pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya (PGS), akan mengakhiri masa tutup sementara dua pekan akibat badai pandemi virus korona. Pasar Kapasan buka lagi hari ini (18/4/2020), sementara PGS buka besok (19/4/2020).

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kapasan Afandi Afandi menegaskan, para pedagang berkomitmen untuk mengikuti prosedur kesehatan yang diterapkan Pemkot Surabaya.

Menurutnya, dibukanya kembali pasar sangat ditunggu-tunggu. Bukan saja oleh 1.200 pedagang. Namun, juga pihak-pihak yang mencari nafkah dari pasar. Termasuk ratusan penjaga toko, asongan, dan tukang becak. Mereka mengeluh kesulitan untuk mencari uang selama libur.

”Mungkin besok (hari ini-Red) belum beraktivitas maksimal. Masih bersih-bersih dulu,” kata Afandi saat dikonfirmasi, Minggu (18/4/2020) dilansir dari Jawapos.com.

Pria tersebut mengaku sudah berkomunikasi dengan para pedagang. Sejauh ini, kondisi mereka sehat. “Tidak perlu dites. Yang sakit saja dipantau,” tambah Afandi.

Camat Simokerto Nono Indriyono menjelaskan bahwa pasar kembali dibuka setelah jajaran pemkot mengadakan rapat.

Dari penelusuran, pedagang dinyatakan sehat. Karena itu, tidak perlu ada perpanjangan penutupan.”Meski dibuka, pasar akan dijaga ketat oleh petugas,” ungkap Nono.

Mantan camat Bubutan itu menjelaskan bahwa bukan hanya petugas ketertiban dan ketenteraman (trantib) di kecamatan yang berjaga. Ada juga satpol PP, keamanan pasar, dan polisi yang mengamankan lokasi.

Penjagaan dilakukan karena ada prosedur yang wajib dijalankan pedagang dan pekerja pasar. Mereka diharuskan memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk pasar.

Selain itu, mereka wajib melewati petugas pemeriksaan suhu tubuh. “Nanti pedagang juga wajib melewati bilik sterilisasi,” tegas Nono.

Dia menambahkan bahwa bilik telah dipasang di seluruh pintu pasar. Bukan hanya di bagian depan. Pemkot juga menyiapkan bilik yang dilengkapi penyemprot disinfektan di pintu samping.

Lantas, apakah ada pembatasan jumlah pengunjung? Nono menyebutkan, tidak ada pembatasan pembeli.

Meski begitu, pengunjung tidak bisa masuk secara sembarangan. Mereka juga wajib memakai masker.

Most Popular

Recent Comments