Rabu, Desember 8, 2021
BerandaPSBB Serentak Diberlakukan Besok, 5 Kepala Daerah Minta Operasional KRL Dihentikan Sementara
Array

PSBB Serentak Diberlakukan Besok, 5 Kepala Daerah Minta Operasional KRL Dihentikan Sementara

Jakarta, faktapers.id – Lima kepala daerah penyangga DKI Jakarta sepakat mengusulkan operasional kereta rel listrik (KRL) jelang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang akan dimulai serentak, Rabu (15/4/2020).  Lima daerah itu terdiri dari kota dan kabupaten di Bogor, Depok, dan Bekasi.

Usulan tersebut dibuat secara kolektif dan akan disampaikan hari ini kepada Menteri Perhubungan, Gubernur DKI Jakarta, dan Gubernur Jawa Barat.

Pelaksana Tugas Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatatakan, usulan itu sebelumnya sudah disampaikan kepada PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator KRL Jabodetabek, Senin (13/4/2020).

Dedie menyebut, pihak PT KCI menyanggupi usulan penghentian sementara layanan KRL selama penerapan PSBB di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi selama 14 hari ke depan.

“Respons PT KCI menyatakan kesanggupannya. Penutupan jalur seperti ini bukan pertama kali terjadi, sebelumnya sudah pernah dilakukan. Jadi tidak menutup kemungkinan,” ungkap Dedie, Selasa (14/4/2020).

Ia menilai, langkah penghentian sementara operasional KRL tersebut dinilai mampu menekan penyebaran Covid-19.

Dedie menjelaskan, situasi penumpukan penumpang yang terjadi di beberapa stasiun, menjadi bukti masih lemahnya penerapan protokol Covid-19.

Kondisi itu, lanjut dia, bisa membuat resiko penularan virus corona di dalam kereta menjadi besar.

“Kenapa ditutup? Karena resikonya terlalu besar. Dengan kondisi seperti sekarang, di mana pengendaliannya lemah kita tidak bisa menjamin pembatasan social distancing di dalam kereta bisa terwujud,” kata Dedie..

“Buktinya apa, terjadilah penumpukan-penumpukan penumpang. Sehingga tidak ada protokol Covid yang bisa dilakukan,” tuturnya menambahkan.

Selain itu, kepala daerah di Bodebek juga meminta ketegasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap sektor-sektor yang masih diperbolehkan untuk beraktivitas di Ibu Kota selama penerapan PSBB.

Pasalnya, banyak warga dari Bogor, Depok, dan Bekasi yang masih bepergian ke Ibu Kota untuk tujuan lain.

“Kalau ini bisa dipetakan saja dan dilakukan langkah-langkah tegas tentu mobilitas warga bisa ditekan semaksimal mungkin,” tutupnya. (fp01)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments