oleh

PSI: Jika PSBB Diperpanjang, Pemerintah Harus Jamin Warga Tetap Hidup

Jakarta, faktapers.id – Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menyebut social distancing telah terbukti efektif untuk menahan laju penyebaran virus corona (Covid-19). Namun di sisi lain, pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk memberikan bantuan sosial kepada semua warga yang membutuhkan.

Selain itu, pemerintah juga tidak bisa menahan laju pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, dalam waktu 1-2 bulan ke depan kemungkinan besar masyarakat akan kembali beraktivitas untuk bekerja atau mencari kerja.

“Idealnya memang PSBB (pembatasan sosial berskala besar) diperpanjang sampai Pandemi Covid-19 berhasil dikendalikan. Jika PSBB akan diperpanjang, maka pemerintah harus menjamin bahwa warga tetap bisa hidup dan mereka tidak terkena PHK dari tempat mereka bekerja,” kata William kepada faktapers.id, Selasa (21/4/2020).

Namun dengan situasi di atas, rasanya tidak mungkin bisa PSBB terus-menerus. Apalagi menurut para ahli, pandemi Covid-19 ini baru akan selesai paling cepat 12-18 bulan lagi.

Oleh karena itu, kata William, pemerintah harus memikirkan exit strategy setelah PSBB ini, yaitu pelan-pelan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sambil tetap waspada untuk mengendalikan penyebaran virus.

“Prinsip-prinsip untuk mengaktifkan kembali aktivitas ekonomi adalah social distancing, tes massal, dan isolasi. Selanjutnya tetap jalankan protokol kesehatan seperti wajib masker dan larangan berkumpul beberapa orang di ruang publik,” ucap politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

William menambahkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta melarang warga berkumpul di ruang publik jika jumlahnya 5 orang atau lebih.

Komentar

News Feed