Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Sekelompok Warga Rusia Menentang Lockdown Corona
Array

Sekelompok Warga Rusia Menentang Lockdown Corona

Moskow, Faktapers.id  – Kebijakan pemerintah Rusia memberlakukan Lockdown terkait pandemi virus Corona menyebabkan kesulitan ekonomi yang terjadi. Sekelompok orang mengabaikan kebijakan itu, bahkan melakukan aksi demo untuk memprotes lockdown (penguncian) guna mengendalikan penyebaran Corona.

Mereka mengabaikan imbauan menjaga jarak (social distancing), ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di wilayah Kaukasus Utara, Rusia untuk memprotes pembatasan yang diterapkan

Para demonstran berkumpul pada Senin (20/4) waktu setempat di Vladikavkaz, ibu kota Ossetia Utara di wilayah bergolak Kaukasus Utara, Rusia. Di antara para demonstran termasuk sejumlah orang yang telah kehilangan pekerjaan selama lockdown diterapkan.

Dalam aksi tersebut, banyak demonstran menyerukan pengunduran diri Gubernur Vyacheslav Bitarov. “Mundur! Mundur!,” teriak para demonstran.

“Perusahaan-perusahaan telah ditutup, dan orang-orang kehilangan sumber pendapatan mereka,” ujar Indira Gabolayeva, seorang demonstran seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (21/4/2020).

“Mereka tidak tahu bagaimana melanjutkan hidup. Mereka lebih takut kelaparan daripada infeksi,” cetusnya.

Menurut Gabolayeva, lockdown telah memperparah masalah ekonomi dan sosial yang ada, termasuk melemahnya mata uang Rusia dikarenakan turunnya harga minyak.

Dalam aksinya, sebagian besar demonstran tak memakai masker dan mengabaikan anjuran social distancing.

Gabolayeva mengatakan bahwa para demonstran meragukan keseriusan virus Corona dan perlunya lockdown.

Atasi  warganya  yang mengabaikan kebijakan pemerinta, Otoritas Rusia mengerahkan polisi antihuru-hara untuk mengamankan aksi demo ini. Dilaporkan bahwa sejumlah demonstran termasuk aktivis-aktivis terkemuka ditangkap dalam aksi demo ini.

Presiden Vladimir Putin sebelumnya telah menyerukan warga Rusia untuk tidak keluar rumah dan memerintahkan perusahaan-perusahaan untuk terus membayarkan gaji karyawannya, namun pemerintah Rusia hanya memberikan sedikit dukungan nyata untuk perusahaan tersebut.

Sejauh ini Rusia telah mencatat 47.121 kasus Corona dan 405 kematian. Lebih dari separuh kasus Corona tercatat di Moskow, ibu kota Rusia. Wilayah Ossetia Utara sendiri telah mencatat 145 kasus dan dua kematian. Uaa

 

Most Popular

Recent Comments