oleh

Tega, Pengeroyokan Berujung Kematian di Cilincing Bikin Geger Warga

Jakarta, faktapers.id – Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kasus pengeroyokan berujung kematian seseorang di area garasi kontainer Kelurahan Semper Barat, Cilincing pada Sabtu (4/4/2020) yang menggegerkan warga. Sang korban, MR diduga tak sengaja dibakar oleh pelaku yang diketahui berjumlah 6 orang.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menjelaskan, pengeroyokan tersebut berawal dari para saksi yang sering bercerita kepada para pelaku, yang dianggap keamanan di lokasi tersebut.

“Para saksi ini selalu bercerita bahwa setiap kali sehabis bertemu korban selalu mengalami kehilangan HP. Kemudian para pelaku mendatangi korban di kost-an dan menanyakan perihal adanya keterangan para saksi yang sering kehilangan HP sambil memukuli korban dan akhirnya korban mengaku,” ungkap Budhi di Mapolres Jakarta Utara, Rabu (8/4/2020).

Kemudian, lanjut Budhi, para pelaku menjemput korban untuk menanyakan dimana korban menjual HP. Pada saat teman-teman pelaku menanyakan kemana HP tersebut dijual, salah satu pelaku membeli bensin eceran dengan tujuan menakuti korban agar memberitahu lokasi menjual HP sambil menyiramkan bensin yang telah dibeli.

“Sambil terus menanyakan dimana korban menjual HP, salah satu pelaku kembali menakuti korban sambil menyalakan korek api yang akhirnya tanpa disengaja api menyulut bensin yang telah disiramkan kepada Korban,” katanya.

“Pada saat korban terbakar, para pelaku berusaha memadamkan api tersebut. Setelah api padam korban berusaha pulang kembali ke kostan dan ada saksi yang melihat korban selanjutnya berusaha membawa korban ke RSUD Koja hingga akhirnya meninggal dunia,” tutur Budhi menambahkan.

Dari tangan para pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa plastik bekas bensin, korek api, papan kayu terdapat noda darah, sepasang sandal milik korban, ikat rambut milik korban yang bekas terbakar serta sepeda motor Yamaha Mio B 4319 TWU.

Akibat perbuatannya, enam pelaku yang masing-masing berinsial AP, RT, AH, PD, AB, dan IQ ini dijerat Pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (uaa/Ilham)

Komentar

News Feed