Headline

Beli Produk UMKM, Sampoerna Angkat Pekerja Rumahan

377
×

Beli Produk UMKM, Sampoerna Angkat Pekerja Rumahan

Sebarkan artikel ini

Bali, faktapers.id – Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak UMKM di Indonesia menghadapi kesulitan dalam menjalankan bisnis mereka. Kebanyakan UMKM tidak bisa menjual produk mereka karena tidak adanya permintaan dan daya beli konsumen yang menurun tajam.
Anjuran untuk #dirumahaja membuat turunnya jumlah konsumen yang biasanya dengan senang hati berkunjung dan berbelanja langsung ke rumah produksi serta gerai-gerai UMKM.

Wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara juga meniadakan perjalanan, sehingga banyak UMKM yang bersandar pada kegiatan wisata menjadi kehilangan pendapatan.

Namun walaupun diterpa banyak cobaan, semangat para UMKM ini tidak padam. Banyak dari mereka yang berinovasi dan beradaptasi dengan menciptakan produk-produk baru.

Tingginya permintaan pasar saat ini untuk masker non medis, hand sanitizer, dan desinfektan, dibaca UMKM sebagai peluang pasar yang harus dimanfaatkan agar usahanya bisa bertahan.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya UMKM yang bergerak dibidang fashion yang sekarang membuat masker non medis, sementara UMKM yang bergerak di bidang kosmetik mengembangkan produk baru, yaitu hand sanitizer.

Sampoerna Untuk Indonesia mendukung para UMKM untuk bisa bertahan dengan memesan 20.000 masker non medis, 10.000 botol hand sanitizer, dan 10.000 kantong serut kepada UMKM dampingan Business & Export Development Organization (BEDO). Didampingi oleh para trainer BEDO, sekitar 300 UMKM mendapatkan pekerjaan untuk membuat masker kain, kantong masker, dan hand sanitizer. Masker kain dan kantong masker dibuat oleh UMKM yang tersebar di Pasuruan, Blora, Rembang, Jember dan Banyuwangi.

Hand sanitizer dibuat oleh UMKM di Bali yang telah mendapatkan surat ijn dari Kemenkes, sehingga produk yang dihasilkan dijamin sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan.

Masker, hand sanitizer, dan kantong masker atau paket APD ini akan dibagikan kepada 10.000 pekerja migran dan pekerja rumahan. Para pekerja migran dan pekerja rumahan ini juga menjadi salah satu yang merasakan pahitnya pandemi Covid-19.

Puluhan ribu pekerja migran kembali ke Indonesia karena kontrak kerja mereka tidak dapat diperpanjang. Bantuan APD ini diberikan kepada para pekerja migran dan pekerja rumahan untuk membantu menambah perlengkapan pelindung diri mereka. Bantuan akan diserahkan oleh Sampoerna Untuk Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Ans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *