oleh

ASN Jakbar Gantung Diri, Ini Tuntutan WIL-nya…

Jakarta, faktapers.id – Suhartono, Kepala Gudang Bagian Umum Pemko Jakarta Barat yang ditemukan tewas di kantornya, diduga stress akibat tuntutan wanita idaman lain (WIL).

Keberadaan WIL tersebut juga diungkapkan para saksi ketika dimintai keterangannya di Mapolsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat, Sabtu (27/6).

Keberadaan WIL tersebut juga dibenarkan oleh Kabag Umum Pemko Jakarta Barat, R Subandi, Senin (29/6) sore, di kantornya kepada faktapers.id.

Subandi menjelaskan bahwa pada Jumat (26/6) sore, kantornya kedatangan seorang wanita yang mencari korban. Wanita tersebut diterima oleh staf Bagian Umum.

Menurut informasi dari staf, ungkap Subandi, wanita yang telah berbadan dua itu mencari almarhum karena sudah beberapa bulan tidak memenuhi kewajibannya.

“Mungkin keduanya pernah ada kesepakatan. Jadi wanita itu mencari almarhum karena sudah beberapa bulan tidak memenuhi janjinya. Kalau tidak salah Rp 3 juta per bulan,” ucap Kabag Umum Pemko Jakbar.

Suhartono, Kepala Gudang Bagian Umum Pemko Jakbar, Sabtu (27/6) ditemukan tewas gantung diri di kantornya menggunakan kabel sambungan internet. Korban tewas mengenakan seragam batik warna biru dan celana panjang hitam.

Korban ditemukan tewas setelah bagian teknisi menjebol eksos Kantor Gudang Bagian Umum. Para teknisi itu curiga kantor tersebut tidak dapat dibuka, padahal mobil Suhartono terlihat parkir di lokasi.

Setelah berulangkali diketok namun tak ada yang membuka, bagian teknisi pun menjebol eksos dan menemukan korban gantung diri.

Kapolsek Kembangan Kompol Imam, Sabtu (27/6), menjelaskan kepada faktapers.id bahwa hasil identifikasi korban bernama Suhartono, kelahiran Yogyakarta 21 Januari 1984, dan tercatat warga Kp. Duri Rt.008/014 Kel. Duri Kosambi Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.

“Saksi yang telah dimintai keterangan diantaranya Rohali, Andri Prasetyo, Luki Maulana, dan Budi Muliadi. Mereka yang menemukan pertama kali korban,” ujar Kompol Imam.

Korban gantung diri, Suhartono

Kesimpulan sementara, ungkap Kapolsek Kembangan, diduga korban gantung diri di pipa hydrant menggunakan kabel UTP merk Balden yang telah disimpul untuk interner yang tersedia di gudang.

Dari hasil pemeriksaan mayat, ungkap Kapolsek, tidak ada tanda-tanda kekerasan dengan kondisi ujung tangan terdapat lebam mayat dan posisi mengigit lidah yang sedikit menjulur keluar.

Dugaan sementara korban bunuh diri dan info yang di dapatkan dari saksi-saksi korban memiliki permasalahan adanya WIL (Wanita Idaman Lain-red).

“Dugaan sementara masalah keluarga,” ujar Imam.

Faktapers.id yang meliput ekslusif kejadian itu juga sempat diusir dari tempat kejadian perkara, akibat pihak Bagian Umum Pemko Jakbar terkesan menutup area itu dari wartawan. kornel

Komentar

News Feed