Minggu, November 28, 2021
BerandaBaliHotel Sing Ken Ken Bali Gugat PT Bank UOB dan PT CBM

Hotel Sing Ken Ken Bali Gugat PT Bank UOB dan PT CBM

Bali, faktapers.id – Owner sekaligus Direktur PT Rendamas atau Hotel Sing Ken ken Bali yang diwakili Kuasa Hukumnya Akhmad Sobirin dari Law Firm Akhmad Sobirin & Partners yang berdomisili di Plaza Siliwangi L2 No. 4 semarang menggugat PT Bank UOB Indonesia.

Tak hanya PT Bank UOB Indonesia yang digugat, Akhmad Sobirin juga menggugat kontraktor sekaligus personal Guarante PT Catur Bangun Mandiri Perkasa (CBM), Kurator dari Law Firm Arjaya Umi Martina & Partners dan juga KPKNL Denpasar di Pengadilan Negeri Denpasar dengan Nomor Register Perkara 175/Pdt.G/2020/PN.Dps.

Akhmad Sobirin menjelaskan, PT Rendamas atau Hotel Sing Ken Ken Bali yang terletak persis di belakang Pantai Double Six Bali itu, menggugat dua PT tersebut karena merasa putusan PKPU pailit PN Surabaya tidak berkekuatan adil bagi sang Owner Jane Christine Tjandra.

Bahwa pada saat diajukanya gugatan PKPU pailit 3 tahun silam di PTUN Surabaya dengan register Nomor: 4/Pdt.Sus/2017 PN.Niaga Surabaya tertanggal 18 Juli 2017 yang mengakibatkan Hotel Sing Ken Ken disertakan sebagai boedel pailit dan harus dilakukan penjualan melalui Kurator I Made Arjaya dan Ni Wahyuni Umi Martina.

Padahal pada saat itu Kredit PT Rendamas kepada PT Bank UOB Indonesia belum jatuh tempo masa kreditnya, dan CBM sendiri sebagai Personal Gurante dari PT Rendamas justru seolah kerja sama menjadi kreditur lain untuk mempailitkan PT Rendamas dan sang Owner Jane Christine Candra.

Oleh karena merasa tidak puas dan hanya diakal-akali, Jane lewat Kuasa Hukumnya Akhmad menggugat para tergugat dengan gugatan perbuatan melawan hukum di PN Denpasar dengan Nomor Register Perkara 175/Pdt.G/2020/PN.Dps.

“Sidang masih bergulir di Pengadilan Negeri Denpasar dengan agenda masih menunggu pihak PT Bank UOB Indonesia dan PT CBM hadir dan di tunda tanggal 6 Juli 2020,” ungkapnya di Denpasar, Minggu (14/6).

Akhmad Sobirin pun sangat menyayangkan tindakan kurator yang selama ini seolah menutupi akses pihak owner untuk menawarkan aset Hotel Sing Ken Ken tersebut. Terlebih beberapa acara pelelangan yang seolah hanya untuk mengejar lelang prosedural sehingga dilakukan secara tertutup dan telah lewat.

Nah, dengan kurator sudah melakukan lelang prosedural melalui KPKNL dan dibuat seolah tak laku, kurator bisa berdalih untuk menjual secara di bawah tangan.

“Penawaran penjualan secara bawah tangan pun sudah mulai di gencarkan oleh sang kurator dengan nilai limit 94.000.000.000 dengan harga appresial 180.000.000.000,” ungkap Akhmad Sobirin.

“Sangat tidak logis harga bawah tangan tersebut. Bahwa sesuai NJOP tanah saja sudah diatas 85.000.000.000 kok tega kurator melelang dengan harga 94.000.000.000, apakah tak ada harganya bangunan dengan fasilitas yg ada,” lanjutnya.

Ia juga berpesan dengan para calon pembeli yang meminati Hotel Sing Ken Ken tersebut harus berhati hati. Alasannya, pihaknya mengajukan tidak akan pernah rela dan tinggal diam dan akan terus melawan.

“Saran kami lebih baik disimpan dulu uangnya,  jika mau membeli hHtel Sing Ken Ken, tunggu sampai ada putusan sudah berkekuatan hukum tetap atau incraht,”pungkasnya. (Ans)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments