oleh

Jenderal Hoegeng, Polisi Jujur yang Dipensiunkan Soeharto

Jakarta, faktapers.id – Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso dikenal sebagai polisi jujur. Bahkan, Hoegeng pernah dipensiunkan dini oleh Soeharto karena bersikeras mengusut dugaan keterlibatan anak pejabat dalam pemerkosaan kasus Sam Kuning.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam, mengenang Hoegeng sebagai sosok polisi teladan. Pada 1956, Hoegeng ditugaskan sebagai Kepala Reserse Kriminal di Sumatera Utara.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
“Hoegeng disambut secara unik. Setiba di Medan, rumah pribadi dan mobil telah disediakan beberapa cukong judi. Namun, Hoegeng menolak dan memilih tinggal di hotel sebelum mendapat rumah dinas. Tak mau menyerah, para cukong itu pun kemudian memenuhi rumah dinas Hoegeng dengan beragam perabot rumah tangga,” katanya
⁣⁣⁣
⁣⁣Perabot itu akhirnya dikeluarkan secara paksa oleh Hoegeng dari rumahnya dan ditaruh di pinggir jalan. Maka, gemparlah Kota Medan karena ada seorang kepala polisi tidak mempan disogok. ⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Chris Siner Key Timu dari Kelompok Kerja Petisi 50, dalam tulisannya menuturkan, kejujuran Hoegeng membawa konsekuensi bagi hidupnya sehari-hari. Sekali waktu, setelah berhenti dari Kepala Polri dan pensiunnya masih diproses, Hoegeng tidak tahu apa yang masih dapat dimakan oleh keluarga karena di rumah sudah kehabisan beras.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
“Di pagi keesokan harinya ternyata ada yang mengantarkan beras dan kebutuhan lain ke rumahnya. Ternyata itu adalah kiriman dari almarhumah Nani Sadikin, istri H Ali Sadikin,” tulis Chris.
⁣⁣⁣⁣⁣
Ketika Presiden Soekarno menunjuk Hoegeng menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, sehari sebelum pelantikannya Hoegeng meminta istrinya, Merry, untuk menutup toko kembang. Alasannya, keesokan harinya dia akan dilantik menjadi Dirjen Imigrasi.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

”Nanti semua yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang Ibu Merry dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya,”⁣⁣⁣⁣⁣ lanjutnya. (Uaa)

Komentar

News Feed