Senin, Desember 6, 2021
BerandaSulawesiLBH Salewangang: Pengumuman Anggota PPS Awal Buruk Tahapan Pilkada di Internal KPU...

LBH Salewangang: Pengumuman Anggota PPS Awal Buruk Tahapan Pilkada di Internal KPU Maros

Maros, faktapers.id – Adanya temuan salah seorang anggota PPS Turikale KPU Maros yang diduga berafiliasi dengan salah seorang bakal calon Bupati Maros merupakan awal buruk bagi kualitas dan netralitas penyelenggara Pilkada Maros yang kembali jadi sorotan setelah dimulainya kembali tahapan Pilkada pasca penundaan karena pandemi Covid-19.

Sebelum kejadian ini diketahui publik, sebenarnya laporan ini tengah ditangani sejak 24 Maret 2020 pelaporan di Panwascam Turikale atas aduan clien LBH Salewangang, Amalia dengan Laporan Nomor: 002P/PB/KEC.TURIKALE/27.14/III/2020.

Pada prinsipnya Pilkada bersih, jangankan terbukti terlibat dalam pemenangan bakal calon, indikasi berafiliasi dengan tim pemenangan bakal calon saja KPU secara Internal wajib bertindak tegas demi menjaga citra dan kepercayaan KPU Maros di mata publik.

“Padahal kita ketahui bahwa menjadi bagian internal atau terlibat dalam susunan organik KPU ada beberapa persyaratan dan melalui beberapa tahapan seleksi, meski begitu KPU Maros dianggap gagal menjaring calon penyelenggara PPK/PPS yang bersih dari keterlibatan pasangan bakal Calon Bupati/Wakil Bupati.

“Kami khawatir dengan adanya kejadian ini KPU Maros telah disusupi orang-orang yang menjadi bagian Integral Pemenangan Bakal/Calon Pasangan Bupati tertentu, bukan tanpa alasan pasalnya praktek seperti ini juga kita dapatkan di organisasi Kemahasiswaan/Kepemudaan. Olehnya itu Ketua KPU Maros perlu berbenah dan mengevalusi kelembagaan secara Internal,” kata Ketua Bidang Penanganan Perkara, Muh. Zulkifli Bachtiar, Rabu (17/6).

Zulkifli mengingatkan Komisioner KPU agar berhati-hati dalam mengambil keputusan. Komisioner KPU harusnya bercermin dan belajar dari Pemilu kemarin agar tidak lagi terulang kejadian yang sama.

Diketahui bahwa secara internal kelembagaan KPU Maros telah membawa pengaduan tersebut ke dalam rapat pleno Komisioner KPU, di mana hasil dari Rapat Pleno tersebut memutuskan bahwa yang bersangkutan tetap akan dilakukan pelantikan, kesepakatan tersebut diambil melalui pemungutan suara (voting).

“Saya heran dengan Komisioner KPU yang mendukung bersangkutan agar tetap dilantik entah apa motif dan alasannya hal ini menjadi pertanyaan besar atas integritas dan kredibilitas seorang Komisioner KPU, apalagi mengingat bukti-bukti laporan yang kami kantongi terbilang cukup, apalagi keputusan Komisioner KPU tersebut tidak melalui hasil pemeriksaan tim pemeriksa internal KPU Maros,” ujarnya.

Senin (14/6), setelah adanya koordinasi KPU Sulawesi Selatan kepada KPU Maros tiba-tiba yang bersangkutan (terlpaor) batal untuk dilakukan pelantikan. Kejadian ini menuai pertanyaan besar di dalam batang tubuh KPU Maros yang tidak mampu mempertanggungjawabkan hasil rapat tersebut kepada KPU Sulsel.

“Hal ini menandakan bahwa sebenarnya Komisioner KPU maros sendiri bertindak dalam keragu-raguan terhadap putusuan mereka sendiri.
Selain itu yang kita sayangkan adalah KPU Maros tidak mampu memberikan Kepastian hukum kepada terlapor apakah yang bersangkutan bersalah atau tidak,” ucap dia.

“Harusnya dengan adanya pelaporan tersebut yang bergulir di Panwascam Turikale sejak 24 Maret, KPU Maros harusnya membentuk tim pemeriksa internal sejak awal untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengumpulkan bukti-bukti agar persoalan ini menjadi terang benderang,” lanjutnya.

Diketahui, KPU Maros baru akan membentuk tim pemeriksa internal setelah mendapatkan teguran dari KPU Sulsel pada Senin (14/6). Hal ini jelas sangat disesalkan dan menimbulkan pertanyaan soal integritas dan kredibilitas Komisioner KPU Maros, khususnya Bagian Hukum dan SDM.

“Kami LBH Salewangang bertindak atas nama clien kami, mengingatkan Komisioner KPU Maros agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan, baik secara musyawarah dan voting. sebab jika tidak kami khawatir KPU bisa saja menjadi pemantik lahirnya konflik dan persoalan baru di kemudian hari,” pungkasnya. (Anchank)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments