oleh

Spanduk Posko Bantuan Sayur untuk Warga Terdampak Covid-19 Diturunkan Paksa Sekelompok Orang di Desa Kanreapia

Gowa, faktapers.id – Aktivitas berbagi sayur oleh Polri dan Rumah Koran dalam program Petani Memberi Polri Menjemput, sebuah program berbagi sayur di masa Covid-19 yang diperuntukan kepada Dapur Umum Kesatuan Brimob Polda Sulawesi Selatan dan TNI-Pori di beberapa Polres di Sulsel terhenti lantaran adanya sekelompok orang yang mengatasnamakan massa yang secara memaksa agar spanduk  yang bergambar Dansat Brimob Polda Sulsel, dan spanduk Posko Pengumpulan Sayur untuk Kemanusiaan Bantuan Sayur untuk Dapur Umum Polri dipaksa diturunkan, Sabtu (27/6).

Spanduk posko pengumpulan sayur tersebut adalah spanduk yang mempunyai tujuan untuk mengajak masyarakat Desa Kanreapia untuk ikut serta berpartisipasi dalam membantu mengisi stok Dapur Umum TNI-Polri di Sulsel.

SelainsSpanduk Posko Bantuan Sayur, terdapat spanduk yang bergambarkan Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel yang juga ikut diturunkan.

Kerja sama Polri dan petani di Desa Kanreapia terbilang cukup lama, di mana Purwanto, anggota Kesatuan Brimob Polda Sulsel selama ini telah lama mendampingi para petani di Desa Kanreapia.

Di tengah Covid-19, Kesatuan Brimob Polda Sulsel dan Rumah Koran akhirnya kembali melahirkan program yaitu Petani Memberi Polri Menjemput oleh Kesatuan Brimob Polda Sulsel dan Rumah Koran telah berjalan sukses

Program Petani Memberi Polri Menjemput telah sukses menyumbangkan sayur mayur ke beberapa Dapur Umum Polri dan desa terisolasi karena Covid-19 di Sulsel ini dianggap sukses dan mampu mengisi stok Dapur Umum Polri untuk dimasak dan dibagikan ke masyarakat yang terdampak Covid-19. Terhitung hasil sumbangan sayur yang berhasil di istribusikan sudah mencapai 10 ton lebih.

Selain Polri program Petani Berbagi Polri Menjemput juga didukung penuh oleh Pegiat Literasi Sulawesi Selatan, Pustaka Bergerak Indonesia karena mampu mengajak masyarakat petani di dua kecamatan di dataran tinggi Kabupaten Gowa yaitu Kecamatan Tombolo Pao dan Tinggimoncong untuk ikut serta berpartisipasi di tengah Covid-19 yaitu berbagi sayur segar.

Namun, dengan adanya sikap memaksa oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan massa tersebut, pendiri Rumah Koran Jamaluddin Dg Abu S. Pd, MM dengan terpaksa menghentikan kegiatan sosial dan kemanusian tersebut, karena di anggap berbahaya dan perlu diusut terlebih dahulu motif, ada apa spanduk-spanduk tersebut harus diturunkan.

Kegiatan penjemputan sayur yang dijadwalkan Minggu lalu harus dibatalkan yang rencananya akan dijemput oleh Polri, dari Polda Sulsel 28 Juni 2020 dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-74 tahun 2020 terpaksa dibatalkan lantaran spanduk Posko Pengumpulan Sayur dipaksa diturunkan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan massa.

Keluarga Jamaluddin Dg Abu di Desa Kanreapia dipaksa agar spanduk yang terpasang tersebut diturunkan dengan alasan massa tidak akan pergi jika spanduk tersebut masih terpasang.

Jamaluddin Dg Abu sebagai Founder Rumah Koran sangat menyanyangkan aksi tersebut dan berharap kasus ini bisa diusut tuntas, dan di cari tahu apa motif dan mengapa sekelompok orang yang mengatasnamakan massa bersih keras agar spanduk-spanduk yang terpasang harus dibongkar dan diturunkan. Hal ini diungkap Jamal via WhatsApp. (Kartia)

Komentar

News Feed