oleh

Zonasi PPDB Online Bermasalah, Orang Tua Siswa di Klaten Kecewa

Klaten, faktapers.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online tahun ini menyisakan permasalahan, khususnya PPDB menggunakan sistem zonasi.

Salah satu orang tua siswa, Supriyadi (45) pada Senin (29/6) mendatangi Sekretariat PPDB Online di SMAN 1 Ceper Klaten lantaran anaknya tak diterima di sekolah tersebut.

Ia mengeluhkan, terkait perubahan daftar online yang seharusnya diterima disekolah tersebut, dengan alasan zonasi lebih dekat, namun tiba-tiba dalam urutan pendaftaran mengalami perubahan kalah dengan zonasi yang lebih jauh.

“Tidak ada penjelasan yang pasti dari pihak sekolah. Aturan ini sangat mengecewakan,” ungkapnya.

Ia juga kesal lantaran siswa lain yang rumahnya berjarak sekitar 3 kilometer diterima, sementara anaknya yang hanya berjarak sekitar 2,6 kilometer tidak diterima.

Warga Ketandan, Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Klaten tersebut mengaku bingung dengan mekanisme PPDB Online sistem zonasi tahun ini.

“Dengan sistem zonasi ini saya merasa sangat dirugikan. Katanya dari aturan baru ini jaraknya maksimal 2,7 kilometer, sedangkan yang lain yang domisili di atas 3 kilometer malah diterima. Bukan cuma saya, orang tua yang lain juga banyak yang protes,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Ceper Mujapar menuturkan, dalam kapasitas ini sekolah hanya sebagai penerima tidak bisa menentukan kebijakan. Ia mengaku, hal tersebut merupakan kewenangan atau kebijakan provinsi.

“Kapasitas sekolahan hanya menerima berapa dan siapapun siswanya. Dengan adanya masalah ini sebagai masukan untuk menyempurnakan PPDB Online tahun ini,” tandasnya.

Mujapar menjelaskan, pihaknya juga perlu klarifikasi saat masyarakat komplain seperti ini. Ia berharap ini hanya eror di sistem saja, yang kabarnya dalam perbaikan.

“Salahnya ada di IT dan sampai saat ini saya juga mencari penyebabnya dengan komunikasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Ia mengaku, ada yang berubah dalam sistem IT. Menurutnya, ada beberapa siswa yang masuk zonasi 2,7 kilometer pada hari, Kamis-Jumat (26/6) sudah masuk dalam kriteria diterima, namun tiba-tiba mulai hari, Minggu (28/6) sore data mengalami perubahan banyak siswa terlempar dengan siswa berjarak zonasi 3,2 kilometer.

“Disekolah ini jarak zonasi terjauh 2,7 kilometer sekarang malah jadi 3,2 kilometer. Saya juga kaget kenapa bisa berubah? Hal ini akan saya tanyakan ke pusat baik penyebab maupun solusinya,” ujarnya. (Madi)

Komentar

News Feed