oleh

Nikmati Uang Pungli, Hanya Klian Adat Desa Pengastulan Ditahan Reskrim

Bali, faktapers.id – Klian Adat Desa Pengasatulan, Kecamatan Seririt,J ero Mangku Made Sadra dijebloskan ke ruang tahanan Mapolres Buleleng.Penahanan Jro dibenarkan Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Harianto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/7) siang.

“Betul, kami telah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan lanjut dilakukan penahanan,” terangnya.

Jro dan kawan-kawan diketahui melakukan pungli di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng, namun yang bersangkutan ditahan setelah penyidik memiliki cukup bukti untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut setelah ada pihak yang melaporkan dugaan pungli  yang dituduhkan kepadanya.

Seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, Kasat Reskrim AKP Vicky menyebut, telah meminta keterangan sejumlah saksi termasuk saksi yang diduga terkait dengan kasus yang dituduhkan kepada Jro Mangku Made Sadra.

“Saksi-saksi sudah diperiksa dan tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dan itu akan dikembangkan sesuai proses penyidikan,” imbuhnya.

Menurut informasi dari penelusuran awak media, Jro Mangku Made Sadra diduga melakukan pungli terhadap PT Adi Jaya selaku pengembang perumahan di Desa Pengastulan sebesar Rp 130 juta. Hanya saja, uang sebesar itu tidak dipakai sendiri namun dibagi-bagi kepada 7 orang termasuk Kepala Desa Pengastulan, Ketut Yasa.

Kasus dugaan pungli tersebut bahkan sempat dimediasi oleh Kerta Desa dengan kesanggupan untuk mengembalikan uang pungli.

Atas dugaan pungli tersebut, Kades Ketut Yasa sudah diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Buleleng pada 14 November 2019. Hasilnya, dia diminta membuat surat pernyataan kesanggupan mengembalikan. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan yakni bulan Desember 2019, Yasa tak memenuhi janjinya itu.

Disebutkan, uang pungli sebesar Rp 130 juta itu dibagi-bagi kepada 7 orang. Di antaranya, Jro Mangku  Made Sadra mendapat Rp 44,5 juta, Ketut Yasa Rp 35 juta, MS Rp 12,5 juta, KS Rp 7,5 juta, KSD Rp 15 juta, dan Mangku KM Rp 13 juta.

Menariknya, Jro Mangku Made Sadra dan Ketut Yasa dikabarkan belum mengembalikan, namun lima orang penerima lainnya telah mengembalikan. Di antaranya MS, KS, KSD, dan Mangku KM. Akan tetapi hanya saja, Mangku Made Sadra selaku Kelian Adat ditahan oleh Reskrim Polres Buleleng.

Sisi lain, pihak Jro Mangku mengaku penetapan dirinya sebagai tersangka tidak memenuhi rasa keadilan. Pasalnya, ia malakukan  pungli itu tidak sendirian dan dilakukan secara bersama-sama dengan para pihak tersebut.

“Kami mendesak Kepolisian untuk mengusut dan memposisikan sama kepada para pihak yang ikut menerima aliran uang pungli tersebut,” tandas kerabat Jro Mangku.

Sisi lain Kepala Desa Pengastulan Ketut Yasa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (7/7) enggan memberikan keterangan. “Tanyakan saja di sana,” singkat Yasa. (Des)

Komentar

News Feed