Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Jawa Pameran Karya Seni Barang Bekas, Ubah Mindset Masyarakat tentang Sampah

Pameran Karya Seni Barang Bekas, Ubah Mindset Masyarakat tentang Sampah

Klaten, faktapers.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Klaten bekerjasama dengan Klaten Biennale menggelar pameran berbagai produk bank sampah. Bahan yang diproduksi dari sampah dipamerkan pada acara itu seperti aneka kerajinan dari sampah dan alat rumah tangga yang terbuat dari sampah.

Pameran aneka produk bank sampah diselenggarakan selama sepekan dari tanggal 23-30 Juli 2020, bertempat di Sanggar Seni Lima Benua (Rumah Tanah Air) desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten pada Kamis (23/7). Pembukaan pameran dilakukan oleh Asisten Bupati, Wahyu Prasetyo mewakili Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Bupati Klaten dalam sambutan yang dibacakan, sangat mengapresiasi atas gelaran pameran sebagai wadah menggali inovasi. Ia juga mendorong dengan berbagai produk kerajinan yang dihasilkan dari pengolahan sampah.

Untuk mengurangi sampah di Kabupaten Klaten, menurut Bupati, seluruh elemen masyarakat harus bekerjasama dan memaksimalkan pengolahan sampah dengan sebaik-baiknya. Sehingga sampah pada akhirnya nanti tidak menimbulkan masalah, namun dengan sentuhan tangan-tangan terampil sampah kembali dapat dirubah menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Kepala DLHK Klaten, Srihadi dalam laporannya mengatakan, saat ini dibanyak daerah dan kota urusan sampah sering menjadi masalah. Dari dampak pencemaran lingkungan mengotori sungai sampai konflik sosial akibat manajamen yang salah dalam tata kelola sampah menjadi persoalan yang melingkupi.

“Di Klaten semua hal tersebut tidak boleh terjadi, perilaku masyarakat harus dibangun dan ditanamkan dengan pembiasaan sikap positif melalui peduli kebersihan dan gerakan sosial pemulihan lingkungan,” ujarnya.

Srihadi mengatakan, pameran produk bank sampah memamerkan aneka produk-produk bank sampah yang diprakarsai oleh pekerja seni dari Lima Benua. Dengan dikelola bank sampah membuktikan sampah bisa diolah menjadi barang yang bermanfaat dan potensi sampah di Klaten sangat besar.

“Saya berharap, kegiatan ini dijaga terus kelanjutannya dengan kemasan yang lebih inovatif demi penyampaian pesan pembangunan secara luas, karena sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah di masyarakat,” ucapnya.

Direktur Klaten Biennale Bank Sampah, Liben menuturkan, acara pameran karya dua dimensi dan tiga dimensi turut mengisi performing art dan diskusi.

“Hari ini ada tiga program, yakni pameran, performing art serta workshop. Semua tentang pengelolaan sampah, jadi karya yang ditampilkan itu ada di bank sampah yang selama ini didampingi seniman,” kata gadis yang baru lulus SMA ini. (Madi)

Most Popular

Recent Comments