oleh

Tim Monitoring PSBB Transisi Kelurahan Pluit Awasi Warung Makan dan Minum

Jakarta, faktapers.id – Tim pemantauan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Kelurahan Pluit turun langsung ke lokasi penilaian warung makan dan minum untuk kegiatan masyarakat di masa pandemi COVID-19. Kelonggaran aturan selama pemberlakuan PSBB masa transisi tidak dibuat alasan untuk beralih protokol kesehatan.

“Rabu (15/7) malam, kita pantau aktivitas masyarakat di warung ropang dan warung minum. Masih ditemukan terkait dengan tidak menyimpan jarak dan tidak disediakannya tempat cuci makan didepan pintu masuk yang sudah cukup bagus,” jelas Lurah Pluit, Rosiwan saat menantang, Kamis (16/7).

Saat mendapatkan dipertanyakan di lokasi tersebut, pihaknya langsung memberikan arahan kepada pemilik warung dan pembeli untuk menyediakan protokol kesehatan dengan 3M yaitu memakai topeng, membawa tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak.

“Langsung kita tegur dan menyediakan himbauan agar penempatan tempat duduk pelanggan mengatur jaraknya, menyediakan wastafel dan mengatur jumlah pengunjungnya hingga 50%. Semuanya harus diterapkan agar terhindar dari risiko penularan COVID-19,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menegur pemilik warung minum untuk mengecilkan volume musiknya agar tidak memerlukan persetujuan dan jam operasional penyelesaian sampai Pukul 23.00 WIB.

“Adanya keluhan yang terkait dengan suara musik yang berasal dari warung tersebut. Sementara itu, kita ingin arahan agar volume musik diterima,” ujar Rosiwan. (Tajuli)

Komentar

News Feed