oleh

Warga Lebah Siung Panji Anom Kaget, Kulkul Bulus  Berbunyi Dipukul Warga Bubarkan Tajen

Bali, faktapers.id – Adanya kerumunan judi tajen atau sabung ayam di wilayah Dusun Lebah Siung Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng warga langsung pukul kentungan Balai Dusun setempat.

Menariknya, saat dimulainya Tajen, seorang warga yang diduga ada sentimen pribadi dengan penyelenggara langsung memukul kentungan yang ada di Balai Dusun, seluruh warga dusun pun keluar rumah bunyi kentungan dalam istilah Bali Kulkul Bulus diduga terjadi keributan yang cukup besar.

Seorang warga yang memukul itu diketahui bernama SB yang tidak suka dengan adanya judi  tajen di wilayahnya pada Sabtu (4/7) pukul 12.00 WITA.

Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung yang menerima laporan tersebut langsung memerintahkan personelnya untuk membubarkan kerumunan warga tersebut sehingga tidak terjadi perselisihan antara SB dan penyelenggara tajen.

“Ya benar ada pembubaran tajen di Desa Panji Anom, awalnya ada warga yang memukul Kentungan di Balai dusun, motifnya kami masih selidiki. Untuk sabung ayam jelas dilarang dan  saya akan tetap bubarkan untuk wilayah Sukasada dimanapun karena itu melanggar aturan hukum dan tidak segan-segan kita beri tindak tegas,” jelas Kompol Landung saat dikonfirmasi faktapers.id seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar.

Sisi lain, salah seorang warga yang tidak menduga akan adanya pemukulan pentungan itu kurang menerima, pasalnya yang berhak memukul adalah Kepala Dusun atau Kelian Adat.

“ini adalah provokator menurut kami, memicu keributan di Desa kami, kalau tidak senang cukup datangi penyelenggaranya dan ngomong baik-baik pasti akan diikuti. Tetapi kalau seperti ini sekalian sudah seluruh tajen atau pelanggaran yang ada di wilayah Sukasada ditiadakan. Kami harap Kepolisian mengusut oknum ini karena yang memukul kentungan atau kulkul desa itu hanya boleh Aparat Desa atau Kelian Adat karena sakral,” kata warga yang tak ingin disebut namanya

Sementara Kadus Lebah Siung Made Marma yang namanya dicatut oknum untuk memukul kentungan Balai Dusun saat dikonfirmasi faktapers.id, Minggu (5/7) pagi mangatakan pemukulan kulkul kemarin karena adanya bentuk kontroversi salah satu warga Lebah Siung yang tidak setuju atas pelaksanaan tajen di masa pandemi Covid-19 ini.

“Tetapi semua pemasalahan tersebut sudah diselesaikan di bawah. Nama saya dipakai yang bersangkutan dan besok akan saya panggil yang bersangkutan ke kantor desa,” terang Made Marma. (Des)

Komentar

News Feed