Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaBaliAKBP Gede Suyasa Sentuh Warga Kubutambahan Penderita Difabel

AKBP Gede Suyasa Sentuh Warga Kubutambahan Penderita Difabel

Singaraja.Bali, Faktapers.id – Miris melihat kondisi Ketut Dharmayasa (9), anak dari Kadek Krisna dan Kadek Widiarta warga Dusun Banjar Tegal Desa Kubutambahan,Buleleng.

Sebabnya saat dilahirkan, bocah tersebut lahir  normal dengan bobot berat 2,8kg. namun setelah menginjak  1 bulan lebih mulai mengalami sakit dan harus mendapat perawatan di RSUD Buleleng. Setengah bulan di RS, Dharmayasa lumpuh total. Darmayasa yang ditinggal cerai oleh ibunya kemudian diasuh pasutri Kadek Merta suami dari  Putu Suryamerta yang merupakan kakak kandung  Kadek Widiarta.

Melihat kondisi warga Kubutambahan seperti itu, AKBP Dr. Gede Suyasa yang bertugas di Mabes Polri setelah menerima laporan dari salah seorang. Selaku warga yang lahir di Kubutambahan, AKBP Gede Suyasa langsung respon dan memberikan sentuhan untuk bocah Darmayasa berupa 1 kampil beras, popok 10 biji, susu Dencow dan amplop. Bantuan tersebut langsung di distribusikan oleh Kades Kubutambahan Gede Pariadnyana bersama awak media Faktapers Sabtu(5/9) pukul 11.00 wita.

Menurut orang tua asuhnya ibu Kadek Merta dan Putu Suryamerta yang sehari-hari harus merawat bahkan harus berusaha memenuhi kebutuhan Dharmayasa dengan membuka usaha kecil-kecilan, “Lahir normal dengan bobot berat 2,8kg, setelah menginjak  1 bulan lebih mulai mengalami sakit dan harus mendapat perawatan di RSUD Buleleng. Karena sakit tidak mau kita tiga bulanin tapi melihat anaknya seperti itu harus tiga bulanin berharap ada perubahan sembuh Ketut Darmayasa,”kata Kadek Merta.

Kadek Merta menambahkan, Dharmayasa secara resmi diangkat sebagai anak keempat, ibu kandungnya Kadek Krisna sempat datang ke Kubutambahan, dan kaget melihat anaknya dengan kondisi seperti itu mengira sudah besar. Saat menuturkan terlihat tetesan air mata mengalir dipipi Ibu Merta.

“Pernah ditengok kesini dan kaget melihat anaknya seperti ini yang awalnya dikira sudah besar karena umurnya 9 tahun. Ibunya tidak menyangka akan kondisi anaknya seperti ini  sampai nangis,”tuturnya

Keluarga pun dengan senang hati mendapat sentuhan dari Gede Suyasa,”Terimakasih kepada pak Gede telah membantu Ketut Dharmayasa, semoga selalu dalam lindungan Tuhan,”ucapnya.

Sementara AKBP Dr. Gede Suyasa kepada Faktapers.id mengatakan bantuan yang kita berikan bukanlah bantuan yang besar, tetapi dengan bantuan yang tidak seberapa tersebut.  “Mudah-mudah bisa menjadi triger atau pemicu warga lain yang memiliki rejeki lebih untuk berbagi dengan sesama, terutama para tetangga dan warga sekitar dan tentu saja kepada pemerintah setempat agar menjadi lebih peduli kepada warganya yang sedang membutuhkan bantuan dan sebagai warga kelahiran di desa Kubutambahan berharap kedepan tidak ada lagi warga kubutumbahan yang mengalami nasib yang sama dengan adek kita Ketut Dharmayasa,” ungkap Gede Suyasa.

Sisi lain Kades Kubutambahan Gede Pariadnyana ,pihaknya telah menganggarkan dengan dana desa untuk anak-anak  penderita Difabel,”Kami sudah sempat berikan bantuan, banyak anak-anak seperti ini dan  kemarin yayasan juga ada datang kesini. Bagi para pihak kami selaku Kades sangat berterimakasih telah membantu warga kami.Des

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments