Senin, Juni 21, 2021
BerandaAncam Keselamatan Masyarakat, Senator Desak Pilkada Ditunda
Array

Ancam Keselamatan Masyarakat, Senator Desak Pilkada Ditunda

Jakarta, faktapers.id – Banyaknya daerah yang bakal menggelar Pemilihan Kepala Daerah serentak, di tengah pandemi Covid-19 dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Evi Zainal Abidin desak pemerintah agar Pilkada serentak tahun 2020 ini untuk ditunda sampai dengan bencana pandemi Covid-19 berakhir.

“Mempertimbangkan banyaknya daerah yang akan menggelar Pilkada, sebenarnya Pemerintah dan KPU telah memiliki payung hukum yang kuat untuk menunda” ujar senator asal Jawa Timur itu dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (23/9). Evi pun memaparkan, pada Pilkada Serentak 2020 terdapat 16 kabupaten dan 3 kota di Jatim.

“Yaitu Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Malang, Blitar, Sidoarjo, Sumenep, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi, kemudian Kota Blitar, Pasuruan, dan Surabaya,” sambungnya.

Menurut Evi payung hukum yang kuat untuk menunda kembali Pilkada Serentak di Desember 2020 mendatang dengan berpijak pada Pasal 201A Perpu No 2 tahun 2020 tentang Pilkada.

“Jika Pilkada 2020 tetap dilaksanakan maka dapat mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat luas, terlebih status kegawatan Pandemi tak jua ada tanda-tanda mereda,” cetusnya.

Lebih lanjut, alih-alih menyesuaikan aturan yang ada dengan menjalankan protokol COVID-19 melalui mekanisme kampanye online serta memaksimalkan media sosial, Evi juga sangat menyesalkan keputusan KPU RI yang masih membolehkan bentuk kampanye terbuka.

“Pemerintah dan KPU telah mengesampingkan fakta bahwa angka penyebaran Covid-19 masih terus meningkat. Hingga 22 September 2020 secara nasional setidaknya ada 9.837 orang meninggal akibat Covid-19 dan 252.923 orang terkonfirmasi,” ungkapnya.

Evi menegaskan, tercatat masih terdapat 13 orang bakal pasangan calon yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari data sebelumnya yaitu sebanyak 63 orang. Fakta ini semakin menandaskan urgensi penundaan kembali Pilkada Serentak 2020. “Ketua KPU saja tidak kebal covid apalagi kita masyarakat umum,” tambahnya. OSS

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments