Minggu, Juni 20, 2021
BerandaIndonesia Resesi, Wasekjen Demokrat: Presiden Salah Buat Kebijakan
Array

Indonesia Resesi, Wasekjen Demokrat: Presiden Salah Buat Kebijakan

Jakarta, faktapers.id – Wasekjen Partai Demokrat, Irwan mengungkapkan, Indonesia resmi memasuki resesi, karena itu perlu solusi kongkrit yang harus dilakukan pemerintah, bukan hanya pragmatis.

“Indonesia saat ini mengalami dua krisis kembar yakni ekonomi dan pandemi. Dimana pandemi menjadikan ekonomi Indonesia semakin parah bahkan resesi,” ujar dia dalam keterangan persnya, Rabu (23/9) .

Irwan yang kini duduk sebagai anggota Komisi V DPR RI ini menegaskan, faktor utama yang sebabkan resesi yakni kinerja pemerintahan Jokowi yang lamban dan salah kebijakan dalam menangani pandemi.

“Pemerintah gagal responsif dan adaptif dalam menetapkan prioritas kebijakan dalam menangani pandemi. Padahal solusi utama menghadapi resesi adalah mengakhiri pandemi. Apabila pandemi berakhir resesi pun akan usai,” jelas anggota DPR RI ini.

Selain itu, sambung Irwan, resesi saat ini disebabkan adanya masalah sistemik. “Apapun dalih pemerintah, kondisi ini sangat memprihatinkan, padahal di saat pandemi, pemerintah memiliki ruang yang besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan berbagai skema dan regulasi,” ujarnya.

Irwan pun mengungkapkan, dalam regulasi terkait penanganan pandemi, pemerintah memiliki kewenangan besar untuk mengelola keuangan negara selonggar-longgarnya tanpa potensi pidana. Pemerintah juga sudah menggelontorkan dana besar untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Solusi lainnya yakni peningkatan konsumsi masyarakat harus dilakukan secara terus menerus. Dimana, daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah resesi,” sambungnya.

Irwan menilai, sejumlah program padat karya tunai serta bantuan langsung tunai bisa untuk meningkatkan daya beli masyarakat. “Sehingga tentunya secara konsisten dan massif program padat karya harus terus digalakkan,” tutup Irwan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut perekonomian Indonesia akan masuk ke teritori negatif pada kuartal tiga, sementara kuartal empat memiliki potensi yang sama.Sehingga Indonesia dipastikan masuk ke jurang resesi akibat pandemi Covid 19. OSS

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments