Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaHankamRencana Beli F-35 di AS, Legislator: Tidak Perlu Perjanjian Lemahkan Indonesia

Rencana Beli F-35 di AS, Legislator: Tidak Perlu Perjanjian Lemahkan Indonesia

Jakarta, faktapers.id – Indonesia berencana akan membeli jet tempur generasi kelima F-35, Menteri Pertahanan (Menhan), Probowo Subianto berkunjung ke Amerika Serikat (AS).

Terkait hal ini, anggota Komisi I DPR RI, Rudianto Tjen tekankan agar Prabowo buat perjanjian dengan AS yang menguatkan pertahanan Indonesia. Karena Indonesia menganut politik bebas aktif atau non blik, legislator Senayan dari Fraksi PDI pun tegaskan mendukung Prabowo ke AS.

“Kita bebas melakukan lobi dengan semua negara termasuk Amerika, demi keamanan global, termasuk mempererat hubungan bilateral dalam upaya menangani konflik di Laut Cina Selatan,” ujar Rudianto dalam keteranganya, Selasa (20/10).

Rudianto berharap kepada Prabowo bisa memainkan peran aktif untuk mendinginkan suasana di Laut Cina Selatan dengan mengadakan perundingan dengan negara-negara yang berkepentingan di wilayah ini. “Agar perdamaian dunia terwujud dengan baik,” tandasnya.

Menyoal rencana pembicaraan pembelian jet tempur generasi ke lima F-35 dengan AS, Rudianto menekankan, sebelum mengikat diri untuk membeli produk dari negeri Paman Sam tersebut perlu perjanjian tegas yang sama-sama membantu untuk menguatkan pertahanan indonesia.

“Tidak seperti dulu kita diikat oleh perjanjian yang melemahkan posisi Indonesia, seperti imbargo senjata yang sangat merugikan,” urainya. Lebih lanjut Rudianto mengingatkan, Indonesia punya pengalaman buruk dengan Amerika dalam hal pesawat tempur.

“Sebaiknya perlu kajian dan pertimbanan khusus untuk melirik pesawat tempur F 35 tersebut. Pesawat bisa saja dibeli kalau memang menguntungkan Indonesia dalam hubungan baik kedua negara dan fungsi pertahanan,” himbaunya.

Lebiah lanjut Rudianto menyarakan, lebih baik perjanjian jual beli pesawat canggih asal Rusia, Sukhoi 35 yang sebelumnya telah jalankan diteruskan untuk melengkapi kebutuhan pertahanan Indonesia.

“Yang penting prinsipnya Indonesia tidak boleh tunduk oleh tekanan negara manapun, dan bisa membeli alusista sesuai kebutuhan. Hindari membeli alusista bekas,” serunya mewanti-wanti.

Diketahui, Prabowo berkunjung ke Amerika sejak 15 Oktober lalu atas undangan Menhan AS, Mark Esper. Ketua Umum Partai Gerindra itu akan berada di Negeri Abang Sam selama empat hari. OSS

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments