Headline

Serang Kebijakan Bupati Terhadap Pengajuan Dana PEN, Tirtawan Bercuit Diacount Pribadinya

×

Serang Kebijakan Bupati Terhadap Pengajuan Dana PEN, Tirtawan Bercuit Diacount Pribadinya

Sebarkan artikel ini

Singaraja, Bali.Faktapers.id- Mantan anggota DPRD Bali dari partai Nasdem Nyoman Tirtawan pemilik Warung Bambu sekaligus pelaku wisata Buleleng kembali bercuit diacunt Fecebooknya Selasa (17/11) pukul 15.00 Wita.

Ia mengatakan 571 Miliar Bupati Agus Suradnyana diujung akhir masa jabatannya dan DPRD Buleleng minus, Fraksi Golkar merencanakan hutang kepada Bupati penggantinya?.

“57,1 Miliar bayar hutang tiap tahun dengan APBD 350 Miliar selama 10 tahun? Ada bau dan indikasi busuk diakhir masa jabatannya,”ujarnya.

Kenapa tidak mewariskan prestasi?. *Siapa yang mau mewarisi hutang? Kedok PEN MISTERI YG BIKIN NGERIIII . Ada isu RSUD Buleleng yg masih baru dan kokoh mau dibongkar,disisi lain ada beberapa jembatan hancur akibat bencana alam sejak 3 thn dibiarkan rakyat tanpa akses”.

Jika pinjam uang untuk investasi yg memiliki prospek cemerlang oke! Contoh; bangun DTW ( Daerah Tujuan Wisata) yg extraordinary best dimana setiap wisatawan berjubel datang serta mampu menciptakan lapangan kerja yg sgt banyak plus mendongkrak PAD. Mampu menjadikan Buleleng sejajar dengan Badung dll, itu baru
Hebat ! Menggali lubang hutang? Apa mau Buleleng dimasukan ke lubang kuburan? No…..

Faktapers.id yang memantau acount Nyoman Tirtawan selalu menyoroti kebijakan Bupati Buleleng, para netizen mulai berkomentar dikolom komentar seperti,

Dewa Putu Artawan*Ooooo…..ooooo…..singgah kemanakak dana tersebut……?*
Adipta Made *Bakat gen bane neliksik ah .Tirtawan emang Top kritis Tapi sing ngelah sekea”
Niar’s Kadek Madek “pang cicih karmaphala ne, pang langsung nyegut jleme” ne niatne beler”
Dewa Agus Nugraha Putra “Bagus sekadi pak Nyoman Tirtawan !!!. Jadilah rakyat yang cerdas, agar tidak kena uluk uluk matah2*
Udix *Salut pak mang,,biar ngk jd wakil rakyat,,tp masih bisa mengoreksi kinerja pemerintah,,saluttt*
Gede On*Kementerian Keuangan Republik Indonesia BPKP – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.LPDP Kementerian Keuangan RI Presiden Joko Widodo*
Gede On” suksma pak gede sampun infokan”

Wayan Gama Gama *ADE APENE ? ULI DJE MAAN DATA TOO ? YEN SAJE RIIL DATA TOO NGUDIANG SINGKE JALUR HUKUM ?* …

Wayan Gama Gama *Setuju pak adi goar2 di sosmed gen kritis. Cobak yg lebih riil jeg mantappppp*

Gustiputu Suryadharma *Melah masi ade info , kita jadi masarakat buleleng sempat bisa fokus akan keadaan yg sebenarrnya ooow kene penadin ne nok !!!???*
Kuluk Berung*Pang lebian man bati*
Gustiputu Suryadharma*Kuluk Berung yen urusan bati be pasti ape buin pryek besar .. , ane takutin hutang daerah trus mebengkak care basang katak bengkaaang haha*
Putu Ayu Kantika Buleleng Hebat !!!

Dikonfirmasi atas cuitan-nya, Nyoman Tirtawan membenarkan kalau dana PEN yang dianjurkan tersebut kurang tepat dan belum pantas apalagi menggenjot adanya proyek, mengenyampingkan pariwisata Buleleng yang notabenenya lebih efektif dan patut dikembangkan dengan potensi yang ada sehingga Buleleng memiliki daya tarik tersediri yang terkenal dengan wilayah Nyegara Gunung,

“Kurang sikap kepedulian terhadap rakyat Buleleng yang membayar pajak, apalagi seperti jembatan yang diterpa banjir sampai kini tidak dibangun untuk memajukan ekonomi pedesaaan jangan melukai rakyat. Kalau desa maju pasti perkotaan akan maju ditunjang dengan invra struktur yang layak. Dilain pihak pasar Banyuasri dengan mengeluarkan banyak anggaran padahal tidak sangat urgen untuk dibuat semegah itu, apalagi itu pasar tradisional di bangun menjadi pasar modern sama dengan menyaingin usaha swasta. Dan RSUD Singaraja yang sudah nyata masih layak akan dibikin megah, mestinya Alkes dulu yang diutamakan sehingga setiap rakyat membutuhkan perawatan dapat terpenuhi dengan maksimal,”papar Tirtawan.

Tirtawan berharap pemerintah Buleleng lebih cenderung membangun kepariwsataan sehingga Buleleng menjadi contoh daerah lain untuk Study Banding apalagi rencana dibangun Bandara Bali Utara ini memiliki daya tarik tersebdiri bagi wisatawan manca negara, “Buleleng dari segi pariwisata harus betul dimajukan, sehingga menjadi magnet-nya Bali bagi wisatawan itu sendiri, sehingga betah wisatawan itu tinggal di Buleleng dan itu harus dipikirkan, kalau tidak dibuat yang istimewa mana mungkin akan mau ke Buleleng. Seperti contoh kenapa kita ke Singapura hanya melihat patung, sedangkan pendirian Patung Bung Barno yang notabe-nya tanah kelahiran dari ibu presiden pertama saja belum terwujud sampai sekarang malah mementingkan pasar modern dengan nilai proyek begitu waooo,”sentil Tirtawan terhadap kebijakan Bupati.

Sisi lain Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,S.T., yang di konfirmasi awak media dirumah jabatan, menyebutkan program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang dimiliki pusat, pemerintah Buleleng mulai tertarik dan akan mengajukan dana tersebut setelah nantinya di pertimbangkan melalui sidang DPRD. Disebutkan peruntukan PEN tersebut,”Dana ini bunganya 0 % , kita ajukan belum tapi tentu kita dapat biar tidak salah nanti temen DPRD biar tidak larut dengan angka bahwa kita mengajukan 571 M itu hanya berupa profosal berapa diberikan kita tidak tahu. Yang jelas substansi dari pada PEN bagaimana mengembalikan ekonomi kita utamnya menggerakkan sektor-sektor ril yang bekerja disektor informal, yang stabil penghasilanya hanya PNS diluar itu kita tidak stabil. Pertanian pun yang dianggap secara sturktur tidak terdampak kenyataanya terdampak karena hasil produksinya menurun,”ujar Putu Agus Suradnyana.

Selain pengembangan hasil produksi pertanian, Bupati diakhir jabatanya juga akan menggunakan dana PEN jika disetujui seperti untuk pemgembangan obyek wisata Danau Buyan, dan RSUD Singaraja, Gedung Olah Raga untuk memajukan Buleleng,” Jangan berpikir untuk PEN ini disalah artikan dalam perspektif orintifnya, contoh saya pasang dana di stadion. Stadion ini harapan saya nanti bisa dikerjakan proyeknya bisa orang bekerja truk-truk ngankut pasir dan sebagainya, nanti kalau sudah jadi bisa ngundang club sepak bola sana sini nginap di Buleleng hotelnya maju. Kedepan harus terukur dong juga tak bisa ngaur-ngaur kita, kita hajar Buleleng kita buat berubah. Saya bilang yang tidak ngerti ngambil ini untung tidak berani debat sama saya, kalau debat sama saya, saya bilang bodoh kamu. Dana itu untuk pembangunan Danau Buyan sebagai obyek destinasi Buleleng yang bagus, disektor mendasar dana Kesehatan rumah sakit umum saya kalau tidak segera saya tangani ini berat dalam kondisi titik kulminasi yang nanti bisa menurun, kumuh, poliklinik tidak reprentatif lagi alat kesehatan sudah jadul. Kalau terus saya biarkan diserang oleh rumah sakit swasta tambah bangkrut lagi, nanti pelayanan kesehatan yang mendasar untuk sebuan indeks pembangunan manusia sebagai salah satu parameter seorang pemimpin tidak tercapai,”katanya. Des

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *