oleh

Enam Desa di Buleleng Siap Tenggelamkan Fish Shelter Kelaut Dalam Menjaga Ekosistem

Singaraja.Bali.Faktapers.id- Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya terumbu karang ( Indonesia Coral Reef Garden /ICRG) ditargetkan selesai pada Desember 2020 mendatang ini merupakan proyek padat karya.

Menarik sekitar 11.327-an orang pekerja dan akan membangkitkan pariwisata Bali dengan potensi luas area yang direstorasi sebesar 1.606 hektare. Ada pun restorasi terumbu karang dilakukan seluas 50 hektare di lima lokasi, meliputi Nusa Dua, Serangan, Pandawa, Buleleng Tengah, dan Sanur dengan dana bantuan sebesar Rp105 miliar.

PEN-ICRG ini merupakan ikon restorasi terbesar yang ada di Indonesia. Program ini harus selesai bulan Desember 2020. Untuk itu, pertama-tama harus dipastikan SOP yang jelas, mulai dari pembuatan hingga selesai harus dipastikan metodologinya. Sampai saat ini pelaksanaan PEN-ICRG telah mencapai berbagai tahap bahkan siap ditenggelamkan kedasar laut untuk rumah-rumah singgah bagi para habitat dilaut dengan kedalaman 7/10 meter. Diharapkan seluruh target dari program itu dapat terserap dengan maksimal dan membangkitkan kembali perekonomian khususnya di Provinsi Bali.

Kawasan Buleleng yang salah satunya terpilih jadi tempat restorasi dan konservasi taman terumbu /taman laut selain memiliki laut yang tenang juga memiliki puluhan tempat Snorkeling/ Dolpin yang tak kalah dengan daerah lain di Bali. Seperti Kawasan Menjangan ,Lovina,Desa Kaliasem, Anturan,Tukad Mungga dan Pantai Penimbangan Desa Baktiseraga,Pacung Les dan Bondalem.

Khusus desa Baktiseraga yang dikendali Kades Gusti Putu Armada yang menerima 1.250pcs rumah ikan atau fish shelter dikonfirmasi Faktapers.id Kamis (26/11) Dalam pembuatan tranplantasi karang dengan tiga model ini menjelaskan,

“Provinsi Bali yang dapat awalnya Bali Selatan, namun Pemkab Buleleng melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan ada porsi yang bisa didapat dan diarahkan ke enam desa ,Kaliasem, Tukad Mungga, Baktiseraga,Pacung,Les dan Bondalem. Untuk di Buleleng atas kebijaksanaan Kementrian Kelautan memakai pola enjio LINI. Khusus di Desa Baktiseraga kami hanya menyiapkan tenaga kerja dan bahan dibutuhkan yang sebelumnya telah disalurkan untuk pembuatan , kami siapkan tenaga sekitar 250 orang untuk bekerja dengan target pembuatan jenis Roti Buaya 500pcs, Spaider 250pcs dan Pisdon/rumah ikan 250pcs. Disana ada tukang las,tukang bangunan dan pengawas dengan upah yang telah ditentukan. Ketika semua diselesaikan maka segera ditenggelamkan kedasar laut Pantai PP pada titik-titik tertentu dan disana akan merekrut para daiver sebanyak 30 orang yang telah mahir dibidang penyelaman untuk memposisikan semua itu,”Ujar Armada.

Armada menambahkan sebelum program ini turun ke Buleleng pihaknya telah sering melakukan konservasi trumbu karang dari kerusakan bersama Pokmaswas bahkan sebelumnya ribuan lopster hidup ditebar untuk nantinya dapat berkembang biak serta penangkaran anak penyu hijau untuk dilepas ke habitanya, “. Diharapkan rumah ikan ini akan menjadi tempat berkembang biak ikan dan dapat menjadi wilayah tangkap baru bagi nelayan. serta dalam menjaga ekosistem laut. Des

Komentar

News Feed