oleh

BUMDes Tigawasa Ambruk, Wakil BPD Made Robin Angkat Bicara Ada Kejanggalan

Singaraja. Bali.Faktapers.id- Terungkap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Kertha Desa Tigawasa  Kecamatan Banjar, Buleleng atas dana yang diduga diselewengkan oleh oknum pengurus dipaparkan BPD.

Program Gerbang Sadu Mandara yang mengucurkan dana ke  Desa Tigawasa mencapai 1 Miliar 20 juta  di tahun 2012. Namun untuk administrasi 20 juta, pembangunan fisik 200 juta, simpan pinjam 256 juta, ekonomi produktif 544 juta. Pertanggung jawaban 2013 ada penyertaan modal masuk ke BUMDes 10 juta hilang, sedangkan pendapatan asli BUMDes menghilang entah kemana  dan tidak jelas. Akhir tahun 2018 masih ada sisa piutang 164 juta lebih. Menariknya seluruh laporan yang tertuang mestinya ada  pada laporan tahun 2018. Dalam pengecekan 2019 BPD masa transisi lenyap tanpa laporan.

Wakil BPD Made Eri Setiawan kepada Faktapers.id mengungkap kehancuran BUMDes Tunas Kertha saat di temui di Inspektorat Buleleng Rabu(1/12) siang,

“Kedua oknum pengurus Sekretaris dan Bendahara di panggil dalam rapat BPD tidak mau menonjolkan diri, seluruh pembukuan bermasalah dan uang yang mestinya ada tidak ditemukan. Hasil verifikasi BPD dilapangan berbagai kejanggalan oknum kredit yang masih tercantum di tahun 2018 tidak ada di pertanggung jawaban ditahun 2019,”ujar Eri Setiawan yang sering di panggil Robin.

Robin lebih jelas memaparkan kejanggalan itu hingga dilaporkan oleh kepala desa Tigawasa ke Tipikor Polres Buleleng sesuai hasil rapat dengan BPD. Atas temuan itu Robin ingin Tipikor dan Inspektorat tegas dalam mengambil sikap, pasalnya menurut tokoh masyarakat ini agar seluruh uang yang digelapkan tersebut dapat ditemukan dan di proses secara hukum atas dugaan pengggelapan dana BUMDesnya,

“Kita sangat berharap kedua  instansi ini betul-betul menyikapi laporan masyarakat, boleh dalam proses hukum tidak ada kesalahan Administrasi bahkan terbaik ke 7 di kabupaten Buleleng, namun uang itu bagaimana apa yang dipergunakan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat apa boleh selembar kertas. Dimana desa kami banyak pelaku ekonomi kreatif seperti pelaku anyaman. Satu hal yang dapat kami sampaikan oknum tersebut sudah mengakui menggunakan dana Bumdes hanya sisa uang yang katanya di simpan di Bank 60 juta. Apa lagi yang ditunggu Tipikor dan Inspektorat apa mungkin secara proses tidak bisa dijerat ke hukum untuk memberikan efek jera kepada para koruptor, mari lah terbuka dalam hal ini, tegakkan supremasi hukum, pengakuan pemakaian ada dari yang bersangkutan 89 juta ada,”jelas Robin.

Lebih lanjut dikatakan buku tabungan yang dipegang Bendahara dikatakan hilang dan dibuat buku baru,”Saat kami minta buku Tabungan katanya hilang, dibuat buku baru,”imbuhnya.

Menariknya kepala Inspektorat Buleleng Putu Yasa melihat para tokoh masyarakat Tigawasa datang memenuhi panggilan pihaknya langsung kabur  meninggalkan kantor dengan keluar membawa mobil dinas,  namun kedatangan mereka dapat diterima IRBANWIL  IV Bidang Pengendali Teknis  Panca Yasa.

Dalam rapat tertutup  hadir juga mantan Kades Tigawasa Kadek Murtika yang saat itu bertanggungjawab dalam pengelolaan BUMDes Tunas Kertha. Des

Komentar

News Feed