Sabtu, September 18, 2021
BerandaJawaPasca Didemo Karyawan, Begini Penjelasan PT Panen Mas Jogja

Pasca Didemo Karyawan, Begini Penjelasan PT Panen Mas Jogja

Klaten, faktapers.id – Pasca demo dan mogok kerja yang dilakukan ratusan karyawan PT Panen Mas Jogja yang berada di Dukuh Kuncen Desa Mlese Kecamatan Ceper, Klaten pada Selasa (29/12/2020) menuntut tunggakan Tunjangan Hari Raya (THR) agar dibayarkan.

Alhasil, pihak manajemen perusahaan akhirnya mengeluarkan tambahan THR 15 persen. Meskipun tidak penuh THR yang dikeluarkan ke karyawan total hingga bulan Desember ini sebesar 75 persen.

Direktur PT Panen Mas Jogja, Indra Waskita mengungkapkan bahwa perusahaan Underwear ini telah memenuhi segala sesuatu terkait pemenuhan kewajiban kepada hak karyawan dan sudah menyalurkan sekitar 75 persen THR dalam bulan Desember ini.

“Meskipun dalam posisi banyak tantangan selama pandemi corona ini, mulai bulan Mei pihak manajemen memberikan THR sebesar 60 persen dan hingga bulan Desember menjadi 75 persen,” ungkap Indra, saat Pers Conference di RM Mayar, Ngaran Mlese, Rabu (30/12/2020).

Terkait tuntutan pelunasan THR, kata dia, masalah THR tidak terkotak hanya kemarin saja dengan jumlah seperti itu. Menurutnya, ini merupakan rangkaian panjang mulai bulan Mei, bahwa dalam masa sulitpun perusahaan sudah mempunyai inisiatif dan kemauan yang baik berusaha tetap memberikan THR.

“Tantangannya cukup berat, dimasa perusahaan survive mempertahankan kelangsungan perusahaan dari ketidakpastian, itupun pihak manajemen perusahaan masih tetap memberikan THR karyawan,” ujarnya.

Ia berharap pasca kejadian ini semua karyawan bisa memahami duduk permasalahan yang ada. Dalam posisi bertahan, bilamana keuangan perusahaan memungkinkan sisa THR akan dibayarkan lagi dan akan diinformasikan ke karyawan.

“Harapannya keadaaan perusahaan terus membaik meski kapan pandemi covid-19 ini akan berakhir, sambil kami menjelaskan bagaimana kami memelihara situasi yang kondusif ditengah ketidakpastian ini,” katanya.

Menurut dia, perusahaan memahami karyawan meminta THR penuh 100 persen, namun demikian harusnya semua bisa mengerti dan mensyukuri ditengah kondisi sulit ini perusahaan bisa bertahan.

“Alhamdulillah, dengan sosialisasi yang kami berikan pada karyawan kemarin dan mulai hari ini, Rabu (30/12/2020) sudah berjalan normal lagi dan kondusif, semua karyawan sudah bekerja seperti biasa,” tuturnya.

Indra mengajak, semua bisa saling mendukung karena sudah dijelaskan ke semua karyawan dalam 2 bulan terakhir ini sudah banyak mendapatkan komitmen order, oleh karena itu karyawan diminta untuk tidak mempermasalahkan THR supaya semua tidak dirugikan. Madi

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments