Jumat, Februari 26, 2021
Beranda Banten Diduga Ada Pembagian Bansos di Wilayah Tangerang Abaikan Prokes

Diduga Ada Pembagian Bansos di Wilayah Tangerang Abaikan Prokes

Jakarta, Faktapers.id – Ada foto beredar, diduga pembagian Bansos Tunai hari ini  di wilayah Kota Tangerang yang sedang berlangsung tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).  Dan diduga berlokasi di gedung sekolah SD 1, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Sabtu (9/1/2021).

Media Faktapers.id kini sedang menelusuri pastinya pembagian Bansos di wilayah Tangerang itu. Pihak terkait yang coba dikomfirmasi belum tersambung.

Resmi Penerapan PPKM Jawa-Bali

Untuk  Wilayah Kabupaten Tangerang Provinsi Banten menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) 11 hingga 25 januari 2021.

Dimana sebelumnya Pemerintah resmi menerapkan pembatasan di wilayah jawa-bali sejak 11 hingga 25 januari 2021 yang disebut sebagai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPK)

Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto, S.H., M.H., M.B.A menyampaikan bahwa PPKM tertuang dalam Instruksi Menteri Nomor 1 Tahun 2021 oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada seluruh kepala daerah di Jawa dan Bali.

“Kebijakan PPKM di wilayah kabupaten Tangerang ini diterapkan karena pemerintah melihat disiplin masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 perlu ditingkatkan, ” Kata Rudy Heriyanto

Rudy Heriyanto menyampaikan ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yaitu pembatasan tempat kerja Work From Home (WFH) 75% dan Work From Office (WFO) 25% dengan protokol kesehatan lebih ketat

“Untuk kegiatan pendidikan Belajar mengajar secara daring, untuk Sektor kebutuhan pokok tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan kesehatan lebih ketat, ” Ujar Rudy Heriyanto

Lebih lanjut Rudy Heriyanto mengatakan untuk Restoran (makan dan minum di tempat 25%), takeaway diizinkan sesuai jam operasional, dan untuk Pusat perbelanjaan/mal sampai dengan pukul 19.00 WIB.

“Kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan protokol kesehatan lebih ketat, Kapasitas tempat ibadah 50% dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat, kegiatan sosial budaya dihentikan sementara. Pembatasan terakhir yakni pengaturan kapasitas dan jam operasional untuk transportasi umum, “tegas Rudy Heriyanto

Sementara itu Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh pemerintah sudah tepat.

“Kebijakan penerapan PSBB dilakukan karena wilayah tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yakni tingkat kematian dan tingkat kasus aktif yang masing-masing di atas rata-rata nasional,” kata Edy Sumardi.

Edy sumardi menyampaikan Untuk di provinsi Banten, selain di Kabupaten Tangerang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan diberlakukan di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan

Terakhir edy sumardi mengajak masyarakat untuk mentati kebijakan pemerintah dan selalu disiplin protokol kesehatan dengan cara 4M yakni menggunakan masker, mencuci tangan menjaga jarak dan menghindari kerumunan dengan membudayakan 4M Protokol kesehatan ini kunci menghentikan penyebaran Covid-19. */Uaa

Most Popular

Recent Comments