Headline

Dinsos Buleleng Bantu Ekonomi Warga Kayuputih Dalam Kondisi Memprihatinkan

389
×

Dinsos Buleleng Bantu Ekonomi Warga Kayuputih Dalam Kondisi Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20210518 WA0144

Singaraja.Bali.Faktapers.id –Dinas Sosial Kabupaten Buleleng dipimpin KadisI Putu Kariaman Putra,S.Sos,MM didampingi Kabid Yanrehsos Maman Wahyudi,S.Sos akhirnya sambangi warga Dusun Melaka Desa Kayuputih Kecamatan Sukasada/Buleleng.

Kedatangan Kadis bersama rombongan disambut Kades Desa Kayuputih Gede Gelgel Ariawan guna mengunjungi salah satu warga Kadek Taman yang sudah sejak 13 tahun lalu mengalami lumpuh kedua kakinya.

Seingat Kadek Taman, lumpuh yang dialami sejak bekerja mengangkut pasir dan ditimpa oleh pasir tersebut dan seketika dilarikan kerumah sakit dengan keadaan kaki tidak bisa digerakkan.

Kadek Taman memiliki seorang suami yang kerja serabutan dan mempunyai seorang anak laki – laki. Keseharian hanya dirawat oleh suami dan anaknya. Taman mengakui sudah pernah dapat bantuan sebelumnya dari pemerintah baik dari PKH, serta bantuan dari komunitas relawan sosial lainnya.

Kadis Sosial Buleleng Kadis Putu Kariaman Putra Selasa {18/5) 10.30 Wita untuk meninjau keadaan kondisi fisik maupun rumah yang bersangkutan,diketahui selain terbentur ekonomi, situasi rumah Kadek Taman terbuat dari bambu yang didalamnya dihuni pasutri tersebut. Dari Didnas Sosial memberikan santunan bantuan berupa sembako.

Kadis Putu Kariaman Putra dikonfirmsi Faktapers.id menjelaskan kedepannya Dinsos Buleleng akan memperhatikan kondisi keluarga Kadek Taman.

“Pasutri ini telah menerima program Bansos PKH, jaminan kesehatan KIS.Semoga apa yang diberikan saat ini bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari keluarga yang bersangkutan,” jelas Kadis Putu Kariaman.

Sementara Kades Kayuputih Gede Gelgel Ariawan menerangkan, pihaknya akan memprioritaskan bantuan kepada Kadek Taman,.

“Kemarin ada beberapa donatur yang membantunya,dari desa juga ada dan dari Pemdes tetap akan membantu baik kondisi kesehatan Kadek Taman maupun rumah yang sekarang di huni sedikit kurang layak. Untuk sementara karena lahan yang ditempati masih berstatus lahan adat ” ungkap Gelgel Ariawan. Des

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *