Kamis, September 16, 2021
BerandaDKI JakartaTerminal Terpadu Pulo Gebang Salah satu Terminal yang Beroperasi

Terminal Terpadu Pulo Gebang Salah satu Terminal yang Beroperasi

Jakarta, Faktapers.id – Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang salah satu terminal yang beroperasi pada larangan mudik.

Dimulai larangan mudik pada tanggal 6 sampai tanggal 17 Mei 2021. Terminal Terpadu Pulo Gebang akan memperketat persyaratan perjalanan bagi warga yang dikecualikan dan diperbolehkan melakukan perjalanan dan penumpang di terminal Terpadu Pulo Gebang, sesuai dengan protokol kesehatan..

Kepala unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Bernad Octavianus Pasaribu ditemui di ruangannya mengatakan, sejak adanya himbauan karangan mudik calon penumpang yang berpergian, ada lonjakan terlihat di berbagai Po, zeperti jalur Sumatra dan Jawa Timur.

“Terminal ini menyiapkan Medis Kesehatan, seperti tes Genose dimulai sejak tanggalb21 April sampai sekarang.”ungkapnya.

“Dan hal tersebut dilakukan untuk pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan terminal,” tegasnya.

Terkait masalah tarif, lanjutnya,  sejak adanya larangan mudik, Po-Po sudah menaikan tarif 50 persen. “Hal ini diketahuinya dan itu tarif normal,” ujar Bernad.

Sementara itu Afif M, selaku Kasadpel Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta Timur menyampaikan, dari hasil tes genose ada terdapat 10 orang gagal mudik.

“Setiap hari untuk pelayanan tes genose dimulai dari 9.pagi sampai jam 12 siang. Sekitar 15. sampai 29 orang perharinya secara gratis,” katanya.

” Jumlah bus yang berangkat pada hari ini sekitar 203 bus. Dan jumlah penumpang yang diberangkatkan sekitar 1.693, penumpang” jelasnya l

Sah satu pemudik, Hendra tujuan Surabaya membeli tiket dengan harga kenaikan 50 persen.

Ia mengaju dengan terpaksa membeli tiket,  karena pada tanggal 6 Mei besok ada larangan mudik.

“Terpaksa saya bersama keluarga berangkat hari ini dengan Po. Mawar” ujarnya.

Hal yang sama Pernando, tujuan Sumatra dengan terpaksa hari ini bersama keluarga harus pulang lebih awal.

Masalah tarif yang sudah naik 50 persen, menurutnya tidak masalah dan itu masih wajar dan normal.

Tempat yang sama, Wahyu bagian Prasarana mengatakan, Terminal Terpadu Pulo Gebang. Salah satu yang beroperasi pada larangan mudik pada tanggal 6 sampai 17 Mei yang akan datang.

“Dan Bus yang di izinkan operasi adalah Bus yang ditempel Stiker Khusus. Dan ini diungkapkan Direktur Jendral Hubungan Darat Budi Setyadi. “ungkapnya.

Sedangkan jumlah Bus yang dapat beroperasi pada larangan mudik, menurutnya belum tauh berapa jumlah armadanya.

” Perlu pembahasan secara serius di Mentri Perhubungan dengan Organda,”  tegasnya. Rosi

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments